Kadinkes TTU Berkilah Belum Terima Surat Pengaduan, PPK Bilang: Sudah Masuk Laporan dan Diperiksa Jaksa

Advertisements

“Saya belum tahu soal itu, tidak ada (laporan). Saya belum terima surat atau laporan Kepala Puskesmas Inbate terkait kerusakan gedung Puskesmas yang rusak parah. Nanti kita bertemu di kantor saja biar lebih jelas,” jawab Thomas Laka melalui telepon selulernya.
Gedung Puskesmas Inbate saat masih dalam proses pengerjaan oleh PT Jery Karta Utama tahun 2020
KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (Kadinkes TTU), Thomas Laka berkilah belum menerima pengaduan Laporan Pengaduan Tentang Kerusakan Gedung Puskesmas Inbate Kecamatan Bikomi Nilulat, senilai Rp6,5 miliar yang dikerjakan PT. Jery Karta Utama Tahun Anggaran 2020.
Ketidaktahuan Kadis Thomas Laka, disampaikan kepada sejumlah media Jumat (07/01/2022) siang.
“Saya belum tahu soal itu, tidak ada (laporan). Saya belum terima surat atau laporan Kepala Puskesmas Inbate terkait kerusakan gedung Puskesmas yang rusak parah. Nanti kita bertemu di kantor saja biar lebih jelas”, jawab Thomas Laka melalui telepon selulernya.
Saat dikonfirmasi, Thomas tidak banyak bicara karena sementara mengikuti acara Natal dan Tahun Baru bersama Keluarga Besar Dinkes TTU di Wini, Kecamatan Insana Utara.
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Puskesmas Inbate, Leonard Pascal Diaz, mengakui ada surat pengaduan dari Kepala Puskesmas Inbate terkait kerusakan gedung. Ia juga mengatakan masalahnya sementara berproses di Kejaksaan.
Surat Kepala Puskesmas Inbate itu bernomor 145/PI/2021 dengan Perihal Laporan Kerusakan Gedung Puskesmas Inbate tertanggal 18 Oktober 2021, ditandatangani Kepala Puskesmas Inbate, Laurensius Abi dan ditujukan kepada Kadis Kesehatan, Thomas Laka.
“Waktu itu ada laporan dari Kepala Puskesmas Inbate, kebetulan dia orang baru dan tidak tahu ada item yang memang tidak masuk dalam kontrak. Karena ada Laporan Kepala Puskesmas itu, kita sementara dalam pemeriksaan Kejaksaan sejak Oktober,” jelas Diaz.
BACA JUGA: Baru Diresmikan Puskesmas Inbate Sudah Rusak Parah, Kepala Puskesmas Mengadu ke Kadis Kesehatan TTU
Pihak Kejari TTU, lanjut Diaz, juga sudah mendatangkan tim teknis dari Dinas Perumahan dan sementara dalam proses perhitungan Dinas untuk dibuat pembandingnya.
Ditanyai soal PHO pekerjaan gedung Puskesmas Inbate dan FHO, dijelaskannya
pekerjaan memang sudah 100%. Dan sekarang masih dalam masa pemeliharaan.
Sementara FHO dipending lantaran sudah ada laporan dan Kejaksaan sudah masuk.
“Kita baru catat untuk perbaiki kerusakan-kerusakan, sudah terlanjur ditangani Kejari TTU jadi hanya diperbaiki kerusakan-kerusakan kecil saja. Kita menunggu hasil rekomendasi dari Kejaksaan saja, apakah item yang bermasalah harua dibongkar dari dasar atau hanya ditambal saja”, ujar Leo Diaz.
Terpisah, Direktur PT Jery Karta Utama, Yohanis Charles Asa yang dikonfirmasi melalui Kontraktor Pelaksana, Min Lasakar membenarkan kerusakan sejumlah item pekerjaan pembangunan Puskesmas Inbate.
Menurut Min Lasakar, pembangunan Puskesmas Inbate senilai Rp 6,5 miliar, telah di PHO pada awal tahun 2021. Pembangunan Puskesmas tersebut menurutnya agak terlambat dan dikenakan denda 7 hari sebesar Rp45 juta. Kerusakan lain juga dikatakannya, sebagai akibat dari terjangan bencana badai seroja.
“Setelah di PHO, datang bencana Badai Seroja sehingga bangunan tersebut sedikit mengalami kerusakan. Ada plafon di bagian atas, untuk naik ke lantai tiga untuk tandon air itu, satu lembar plafon terbuka. Dan karena ruangnya terbuka sehingga gampang diterjang angin,” jelas Min.
Diakuinya ada beberapa titik lantai yang terlihat kembung serta dinding bangunan yang retak tapi sudah selesai diperbaiki.
“Setelah melakukan perbaikan, para tukang meminta surat pernyataan dari Kepala Puskesmas Inbate yang menerangkan bahwa pekerjaan tersebut telah selesai diperbaiki”, tukasnya.
Sekarang ini, kata Min masih ada beberapa item yang menjadi catatan kepala Puskesmas untuk diperhatikan pihak pelaksana.
“Kepala Puskesmas Inbate, minta diperbaiki kran dan wastafel. Rencana hari Minggu lusa ini, tukang ke sana untuk memperbaiki kran dan wastafe tersebut,” tutupnya.
Ada juga permintaan lain Kapus Inbate, tapi itu di luar kontrak yakni saluran air atau got depan puskesmas karena air bisa masuk lewat gerbang depan dan merusak paving block.
“Untuk saluran air got itu tidak masuk dalam volume kerja, tapi diminta Kepala Puskesmas untuk dikerjakan”, tandas Min Lasakar. (jude)
Editor: Jude Lorenzo Taolin
Advertisements