Kades Birunatun Sandera Sertifikat Tanah Milik Warga Selama 27 Tahun, Kajari TTU Sita dan Kembalikan ke Pemiliknya

Advertisements

Dengan ditemukannya 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang tidak diserahkan oleh Kepala Desa sejak tahun 1994 tersebut, maka pihak Kejaksaan Negeri TTU mengambil langkah untuk mengundang para pemilik sertifikat agar dilakukan penyerahaan kembali kepada masing-masing pemilik.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH bersama tim penyidik mengembalikan SHM warga Desa Birunatun yang disandera tersangka Kade Martinus Tobu selama 27 tahun.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), akhirnya berhasil mengembalikan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah milik enam warga setelah disandera Kades Birunatun, Martinus Tobu selama 27 tahun.

Kades Birunatun, Martinus Tobu, adalah tersangka kasus korupsi dana desa senilai Rp 1,1 miliar sejak tahun 2017 sampai tahun 2020.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara Nomor : PRINT-209 /N.3.12/Fd.1/05/2021 tanggal 10 Mei 2021, tim penyidik Kejari TTU melakukan penggeledahaan di rumah milik Kepala Desa Birunatun untuk mencari dan memperoleh bukti-bukti berkaitan dengan pengelolaan Anggaran Desa Birunatun.

“Dari hasil Penggeledahaan ditemukan adanya 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang ternyata ditahan Kades selama 27 tahun,” ungkap Kajari Roberth Jimmy Lambila, Kamis (27/05/2021) di Kefamenanu.

Dengan ditemukannya 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang tidak diserahkan oleh Kepala Desa sejak tahun 1994 tersebut, maka pihak Kejaksaan Negeri TTU mengambil langkah untuk mengundang para pemilik sertifikat agar dilakukan penyerahaan kembali kepada masing-masing pemilik.

“Kita mengundang para pemilik SHM dan sudah dikembalikan kepada mereka. Pengembalian ke enam SHM itu berlangsung di Lopo Adhiyaksa Kejari TTU, Selasa (25/05/2021) kemarin,” kata Roberth.

Adapun ke enam Sertifikat Hak Milik (SHM) milik warga Desa Birunatun yang ditemukan pada saat penggeledahaan, sebagai berikut.

Pertama, Sertifikat Hak Milik Nomor 24. 03. 05. 06 .1. 00030 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1.160 m2 atas nama Stanislaus Lau.

Kedua, Sertifikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00025 tanggal 9 Juni 1994 setuas 1240m2 atas nama Egidius Bouk.

Ketiga, Sernfikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00020 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1.430m2 atas nama Petrus Kehi.

Keempat, Sertifikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00012 tanggal 9 Juni 1994 seluas 795m2 atas nama Hendrikus Taek.

Kelima, Sertifikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00016 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1.290m2 atas nama Pius Meak.

Keenam, Sertifikat Hak Milik Nomor : 24.03.05.06.1.00028 tanggal 9 Juni 1994 seluas 1.360m2 atas nama Yosep Fahik.

Penyerahan kembali 6 (enam) Sertifikat Hak Milik atas nama yang diterima langsung oleh ahli waris masing – masing pemilik SHM, yakni Yovita Bete (ahli waris /anak kandung Pius Meak).

Kondradus Suverdi Bouk (ahli waris anak kandung Marianus Taek), Oktaviana Fahik (ahli waris anak kandung Yoseph Faik), Stanislaus Lau, Theodorus Lau ( ahli waris/anak kandung Hendrikus Taek), Anastasia Abuk (ahli waris/istri Petrus Kehi) dan Egidius Bouk. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements