KABAR GEMBIRA! Gaji Guru Honorer Ditetapkan Berdasar UMR dan Masa Kerja

Advertisements

“Gaji guru honorer ditetapkan setara UMR atau PNS golongan IIIA nol tahun. Itu standar minimum. Nantinya secara bertahap akan kami hitung masa kerjanya juga. Jadi guru honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun tidak usah kuatir,” kata Muhadjir di kantornya, Kamis (17/10/2019).

Ilustrasi guru honorer

JAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – Kabar gembira disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendi di Jakarta, Kamis (17/10/2019). Ia mengatakan, pihaknya akan memberlakukan gaji guru honorer setara upah minimum regional (UMR) atau PNS golongan IIIA masa kerja nol tahun.

Selain itu, kata Mendikbud Muhadjir Effendy, masa kerja guru honorer juga akan dipertimbangkan dalam menetapkan gajinya.

“Gaji guru honorer ditetapkan setara UMR atau PNS golongan IIIA nol tahun. Itu standar minimum. Nantinya secara bertahap akan kami hitung masa kerjanya juga. Jadi guru honorer yang sudah mengabdi selama puluhan tahun tidak usah kuatir,” kata Muhadjir di kantornya, Kamis (17/10/2019).

Untuk memudahkan penghitungan gaji, akan ada klasifikasi masa pengabdian guru honorer. Misalnya pengabdian 1-5 tahun, 5-10 tahun, 10-15, dan seterusnya. Prinsipnya kata Muhadjir, pemerintah ingin menciptakan keadilan di kalangan guru honorer.

“Rencana itu sudah kami usulkan ke Menkeu RI, Ibu Sri Mulyani. Semoga Ibu Ani (Menkeu RI, Red) dapat mempertimbangkan. Dan sudah ada respons positif. Butuh waktu untuk memenuhinya. Bersabar saja. Sebab, harus disesuaikan juga dengan kemampuan keuangan negara dan daerah,” ujarnya.

Karikatur guru honorer

Ditambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Menkeu Sri Mulyani untuk menggolkan kebijakan tersebut. Menurutnya, gaji guru honorer masih rendah karena sekolah menggunakan dana BOS. Sementara dana BOS bukan diperuntukkan bagi gaji guru honorer

“Sebelum mengakhiri masa jabatan, saya ingin menelorkan kebijakan yang berpihak kepada guru honorer, dimulai dari perbaikan kesejahteraan. Masalah ini harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil disebutkan, gaji terendah PNS golongan III (III/a masa kerja 0 tahun) sebesar Rp 2.579.400 (sebelumnya Rp 2.456.700), tertinggi (III/d masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 4.797.000 (sebelumnya Rp 4.568.000).

Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a masa kerja 0 tahun) menjadi Rp 3.044.300 (sebelumnya Rp 2.899.500), dan tertinggi (IV/e masa kerja 32 tahun) menjadi Rp 5.901.200 (sebelumnya Rp 5.620.300). (K-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements