KABAR GEMBIRA – 83 PTT Yang Sebelumnya Dipecat, Boleh Bekerja Lagi di Kantor Pemkot Kupang

Advertisements

“Kemarin saya ikut rapat bersama Wali Kota Kupang , Pak Sekda dan Kepala BKPPD Kota Kupang di Kantor Walikota Kupang. Bicarakan nasib 83 PTT itu. Dan semua sudah sepakat. Para PTT itu akan diangkat kembali,” jelas Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, saat dihubungi Kamis (23/9/2021).

Ilustrasi

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kabar gembira! 83 Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada lingkup Pemerintah Kota Kupang yang sebelumnya dipecat atas rekomendasi Pansus LKPj Wali Kota dipastikan diangkat kembali.

Para PTT itu sudah kembali bekerja 1 Oktober 2021 mendatang.

“Tadi saya ikut rapat bersama Wali Kota Kupang, Pak Sekda dan Kepala BKPPD Kota Kupang di Kantor Walikota Kupang. Bicarakan nasib 83 PTT itu. Dan semua sudah sepakat. Para PTT itu akan diangkat kembali,” jelas Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, saat dihubungi Kamis (23/9/2021).

Ia sangat mengapresiasi pemerintah kota yang telah mengangkat kembali ke 83 PTT itu. Pengangkatan kembali itu, menunjukan pemerintah kota benar-benar peduli terhadap nasib PTT.

Kepala BKPPD Abraham D. E. Manafe mengaku telah menerima arahan dari Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore agar segera memproses seluruh administrasi pengangkatan kembali para PTT itu.

“Ya, sudah dapat perintah dari Bapa Wali untuk pengangkatan kembali PTT itu. Mereka akan kembali masuk bekerja awal Oktober ini,” jelas Manafe.

Ke 83 PTT itu sebelumnya diberhentikan Pemerintah Kota atas rekomendasi Panitia Khsusus (Pansus) laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota (LKPj) 2021 kemarin. Pansus menilai pengangkatan 83 PTT itu dinilai bermasalah.

Ketua Pansus LKPj Wali Kota, Telendmark Daud, sebelumnya menjelaskan, rekomendasi Pansus itu berdasarkan penjelasan Kepala BKPPD Kota Kupang, bahwa terjadi over kuota dalam proses perekrutan.

Dijelaskan, PTT yang diajukan pada pembahasan anggaran murni 2021, sebanyak 2.000 lebih PTT dan sudah disetujui dan dianggarkan pada anggaran murni.

Sementara SK yang keluar, ada 2.300 lebih. Setelah dicross check dan diverifikasi ulang, ternyata ada selisih lebih 186 orang, dari jumlah yang sudah disetujui.

Ia berharap, kasus ini tidak terulang lagi tahun depan. (k-1)

Editor: ade

Advertisements

Advertisements