Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju, Kenapa Susi Pudjiastuti Didepak?

Advertisements

“Intinya, Susi sukses di fase pertama dalam menangani pencurian ikan, tapi gagal di fase berikutnya dalam masalah kesejahteraan nelayan. Ditambah koordinasi yang kurang karena Susi terlalu ‘independen’. Kira-kira begitu,” tulis Denny.

Jokowi umumkan susunan anggota Kabinet Indonesia Maju. Tidak tampak Susi Pudjiastuti

JAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – Sambil duduk lesehan di tangga beranda Istana Negara di Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019) pagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dan memperkenalkan anggota Kabinet Indonesia Maju. Yang uniknya, tidak tampak Susi Pudjiastuti dalam jajaran kabinet yang baru saja diumumkan.

Banyak orang bertanya-tanya, ada apa? Denny Siregar, orang dekat Jokowi dan pegiat Sosmed di Jakarta, mencoba mereka-reka, apa saja rapor merah dari Susi Pudjiastuti sehingga tidak dipanggil Jokowi untuk menempati pos-nya sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan.

“Ibu Susi punya prestasi luar biasa dan dikagumi dunia internasional. Cuma beliau juga punya sejumlah rapor merah. Ini cuma analisis pribadi saja,” tulis Denny dalam blog-nya.

Diantaranya, Susi tidak bisa bekerjasama dengan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya. LBP minta Susi berhenti menenggelamkan kapal dan fokus pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Tapi Susi masih tetap asyik disana.

Dan inilah yang jadi kelemahan Susi, karena lebih suka memainkan PR bagi dirinya daripada bekerja lebih luas mensejahterakan sektornya.

Dan puncaknya adalah ketika Susi membatalkan reklamasi teluk Benoa. Kebijakan ini dilakukan Susi saat masa transisi, dimana Jokowi sudah mengeluarkan larangan untuk membuat kebijakan apapun. Susi dinilai membangkang dan ini tidak baik bagi koordinasi yang membutuhkan kerjasama tim.

“Intinya, Susi sukses di fase pertama dalam menangani pencurian ikan, tapi gagal di fase berikutnya dalam masalah kesejahteraan nelayan. Ditambah koordinasi yang kurang karena Susi terlalu ‘independen’. Kira-kira begitu,” tulis Denny.

Berikut ini nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024:

1. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Mahfud Md
2. Menteri Koordinator Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy
5. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
6. Menteri Dalam Negeri: Muhammad Tito Karnavian
7. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
8. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
9. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
10. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
11. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
12. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
13. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto
14. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
15. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya Bakar
16. Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi
17. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
18. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah
19. Menteri Desa dan PDTT: Abdul Halim Iskandar
20. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
21. Menteri Kesehatan: dr Terawan
22. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
23. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
24. Menteri Sosial: Juliari Batubara
25. Menteri Agama: Fachrul Razi
26. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
27. Menkominfo: Johnny G Plate
28. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki
29. Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
30. MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
32. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
33. Menteri BUMN: Erick Thohir
34. Menpora: Zainudin Amali

Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia. (K-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements