Jimmy Yap ‘Mengaku Dosa’ ke Wartawan: Saya Telah Droping Batako Kualitas Buruk

Advertisements

“Iya, memang betul ada batako yang rusak. Sopir yang droping batako itu sudah lapor ke saya,” aku Jimmy Yap ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (15/06/2020) di Kefamenanu.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Jimmy Yap, pemilik Toko UD Sion yang ditunjuk sebagai supplier, telah ‘mengaku dosa’ kepada wartawan bahwa ia mendroping batako kualitas buruk dalam proyek Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Ia mengakui terus-terang mendroping batako kualitas buruk itu kepada 144 KK di Desa Bannae, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU, beberapa waktu lalu.

“Iya, memang betul ada batako yang rusak. Sopir yang droping batako itu sudah lapor ke saya,” aku Jimmy Yap ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (15/06/2020) di Kefamenanu.

Jimmy juga menyatakan kesanggupannya untuk mengganti batako yang rusak.

“Nanti kita ganti semua batako yang rusak. Masih tunggu KMPS mendata secara keseluruhan di tiap KK untuk diketahui jumlah pastinya”, tandas Jimmy.

BACA JUGA: TONTON VIDEO! Supplier Droping Batako Kualitas Buruk Untuk Proyek Bedah Rumah

Jimmy menolak berkomentar banyak ketika ditanya apakah batako tersebut diambil dari tempat percetakan batako milik salah satu staf Kantor Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU.

Sebelumnya diberitakan, supplier mendroping batako kualitas buruk untuk proyek Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) di desa Bannae, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Batako retak-retak dan mudah hancur ketika dipegang atau dipindahkan dari mobil pendroping ke lokasi rumah warga calon penerima bantuan bedah rumah, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi video yang diposting wartawan.

“Batako ini kualitasnya buruk. Dipegang saja sudah hancur. Kami takut kalau dipaksakan untuk membangun rumah, bisa roboh nanti,” jelas Michael didukung beberapa warga setempat.

Untuk diketahui, Desa Bannae merupakan desa terpilih dalam pelaksanaan Program Berarti Tahun 2020 dengan jumlah rumah bantuan yang diterima sebanyak 114 unit bangun baru. Dengan besaran pagu dana Rp25 juta per KK. Dana itu digunakan untuk membangun rumah berukuran 6X8 meter.

Program Berarti Tahap I hanya berjalan di 25 desa dengan anggaran sebesar Rp29 miliar. Jumlah awal desa penerima bantuan di kabupaten TTU sebanyak 65 desa, namun di tengah perjalanan 40 desa dipending pelaksanaannya.

Hal ini terjadi karena dari anggaran sebesar Rp84 miliar lebih yang dianggarkan, sekitar Rp 55 miliar dialihkan sepihak pemerintah dengan dalih untuk mendukung penanggulangan Covid-19. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements