Jadi Tangan Kanan Oknum Guru Pungli Beasiswa PIP Siswa Miskin, IRT Dipolisikan Orang Tua Murid

Advertisements

Usai mencairkan uang beasiswa, ia menyerahkan “jatah” tetap sebesar Rp 25 ribu kepada temannya bernama MWSM lalu diserahkan ke tangan oknum guru SD Negeri Bestobe berinisial WUN.

Para orangtua murid SD Negeri Bestobe sedang menunggu giliran di Mapolres TTU untuk mendaftarkan pengaduan ke petugas piket

KEFAEMANANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MWSM (46) dilaporkan ke Mapolres Timor Tengah Utara (TTU), Senin (22/2/2021) petang.

Diduga, ibu rumah tangga ini menjadi ‘tangan kanan’ oknum guru berinisial WUN untuk melakukan pungutan liar (pungli) beasiswa PIP siswa miskin senilai Rp 25 ribu per murid di SD Negeri Bestobe.

Laporan pengaduan disampaikan oleh Maria Martheda Tahoni, mewakili para orang tua murid SD Negeri Bestobe.

Hal itu dibuktikan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/59/II/2021/ NTT/RES/TTU tanggal 22 Februari 2021 dengan terlapor Maria Wilfrida Sau Metboki (IRT). Laporan pengaduan diterima Ka SPK II, Aiptu Robertus I Tas’au.

Ny. Maria Martheda Tahoni juga adalah ibu kandung dari Sebastianus Naitili dugaan pungli itu sendiri, awalnya dibongkar Sebastianus Naitili, anaknya.

Melalui unggahan di medsos (Facebook), Sebastianus Naitili yang juga sebagai siswa kelas XI SMA Negeri Maubesi, meminta tanggapan netizen atas temuan fakta dugaan pungli disertai pertanyaan dan permohonan penjelasan atau pencerahan, apakah tindakan tersebut dibenarkan menurut hukum.

Sayangnya, atas postingannya Sebastian dianggap oknum guru WUN sebagai tindakamn pencemaran nama baik sehingga berujung laporan polisi. Kini Sebastianus Naitili telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebastianus Naitili pun didakwa pasal 45 ayat (l3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 310 KUHP.

Advertisements

Advertisements

Advertisements