Inilah 2 Dosa Besar Kolonel Kav HS Yang Berbuntut Pencopotan Jabatannya

Advertisements

“Pertama, melanggar hukum disiplin militer sebagaimana diatur dalam pasal 8a UU Nomor 25 Tahun 2014. Khusus mengatur tentang segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan Tata Tertib Militer”. Kedua, tidak patuh kepada pimpinan tentang larangan bagi prajurit dan keluarganya memberikan komentar tentang masalah di medsos yang merusak citra TNI. Apalagi kalau komentar itu berisikan ujaran kebencian dan hoax,” tandas Danrem Kendari.

Upacara Sertijab Dandim Kendari yang baru. Kolonel Kav HS (kiri) dan Dandim Kendari yang baru, Kolonel Inf Alamsyah (kanan)

KENDARI, HALAMANSEMBILAN.COM – Kolonel Kav HS resmi dicopot dari jabatan Dandim 147/Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Pasalnya sang perwira didakwa melakukan dua ‘dosa besar’ dan sangat fatal.

Upacara pencopotan digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo (HO) Kendari. Dan upacara itu dipimpin langsung Dandrem 143 HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.

Danrem 143/HO Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, kepada para wartawan menyebut ada dua dosa besar dan sangat fatal yang dilakukan Kolonel HS. Penjelasan ini untuk membantah tudingan bahwa pencopotan bermotif politik.

“Pertama, melanggar hukum disiplin militer sebagaimana diatur dalam pasal 8a UU Nomor 25 Tahun 2014. Khusus mengatur tentang segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah kedinasan, peraturan kedinasan, atau perbuatan yang tidak sesuai dengan Tata Tertib Militer”. Kedua, tidak patuh kepada pimpinan tentang larangan bagi prajurit dan keluarganya memberikan komentar tentang masalah di medsos yang merusak citra TNI. Apalagi kalau komentar itu berisikan ujaran kebencian dan hoax,” tandas Danrem Kendari.

Penegasan yang sama juga disampaikan Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi. Ia menjelaskan telah membuat surat telegram yang disampaikan kepada prajurit. Tertuang perintah larangan berkomentar ujaran kebencian juga hoax.

“Perintah saya itu tertuang dalam STR Nomor 9, tanggal 9 Januari 2019. Ada di poin 2. Saya perintahkan semua prajurit di Kodam XIV Hasanuddin dan juga termasuk keluarganya supaya tidak membuat informasi hoax, informasi provokatif dan ujaran kebencian. Ini pelajaran berharga agar tidak terulang kembali,” tandas Mayjen TNI Surawahadi. (k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements