Ini Permintaan Terakhir Pramugari Trestiyani Wadu: Tolong Bersihkan Kamar Saya, Karena Akan Berlibur Bersama Teman-Teman di Rumah

Advertisements

Tapi rupanya rencana Tuhan lebih indah. Pramugari Mia Trestiyani Wadu (23) dan teman-temannya, justru dipanggil ‘berlibur’ di Surga, di rumah Bapanya Yang Kekal. Rumah yang sudah disiapkan Allah Bapa di Surga.

Mia Trestiyani Wadu (23), pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu

DENPASAR, HALAMANSEMBILAN.COM – Kepergian Mia Trestiyani Wadu (23), pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu meninggalkan cerita tersendiri bagi keluarganya.

Sebelum kepergiannya bertugas, Mia sempat mengutarakan permintaan terakhirnya kepada orang tuanya.

Cerita ini disampaikan langsung oleh sang paman bernama Johny Lay.

Johny mengaku, sekitar dua minggu yang lalu, keponakannya itu berpesan kepada orang tuanya agar rumahnya dipersiapkan dan dibersihkan.

Mia berencana akan berlibur dan berkunjung ke rumah bersama teman-temannya di bulan Januari 2021.

Liburan ini untuk menggantikan libur Natal dan Tahun Baru.

Karena saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Mia tidak bisa pulang ke rumah.

“Dua minggu sebelumnya karena tidak bisa Natalan, Mia telepon orang tua, minta tolong bersihkan kamar tidurnya dan persiapkan rumah karena ia dan teman-teman ingin berlibur ke Bali dan menginap di rumah,” tutur Johny Lay kepada Tribun Bali, Minggu (10/1/2021).

Pesan itu pun dilaksanakan orang tua Mia.

“Orang tuanya bahkan sudah merehab dan membersihkan kamar mandi dan kamar tidur,” ungkap Johny.

Tapi rupanya rencana Tuhan lebih indah. Pramugari Mia Trestiyani Wadu (23) dan teman-temannya, justru dipanggil ‘berlibur’ di Surga, di rumah Bapanya Yang Kekal. Rumah yang sudah disiapkan Allah Bapa di Surga.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor bodi PK-CLC yang dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan rute Jakarta-Pontianak. Pesawat tersebut hilang kontak di daerah Kepulauan Seribu, Jakarta.

“Hilang kontak di sekitar Tanjung Pasir Pulau Lancang gitulah,” kata Manajer Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Haerul Anwar, Sabtu (9/1/2021).

Anwar mengatakan pesawat dengan nomor penerbangan SJY-182 itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan Pilot Capten Afwan, Co Pilot Diego Mamahit, Senior Flat Attendent Yuliandika, Flat Attendent Okky Bisma, Mia Tresetyani dan Gita Lestari.

Pesawat kemudian take off 14.36 WIB dengan 56 penumpang, 46 Dewasa, 7 Anak dan 3 bayi dan kehilangan kontak dengan menara pengawas pada 14.47 WIB ketika pesawat Sriwijaya Air ini berada di atas wilayah laut kepulauan Seribu. (k-1/tribunbali)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements