Hina Pastor Paroki Kiupukan, Goris Taneo Diserahkan ke Jaksa

Advertisements

“Jadi BAP tersangka Goris Taneo sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Sehingga hari ini tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Jaksa Penuntut Umum untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Kefamenanu,” jelas Kapolsek Insana, Iptu I Ketut Suta, S.H, yang dikonfirmasi melalui Kanitres Bripka Andrias Lou, S.H, Senin (29/06/2020) siang di Kefamenanu.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Gregorius Taneo alias Goris (54) diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Senin (29/1/2020). Ia menjadi terdakwa kasus penghinaan kepada Romo Donatus Tefa, Pastor Paroki Kiupukan tahun 2019 lalu.

Goris Taneo menghina dan memaki Romo Donatus Tefa terkait sengketa tanah Keuskupan Atambua di wilayah sekitar Gua Santa Maria Bitauni, Kecamatan Insana.

Karena menghina dan mengancam memukul sang pastor, salah satu tokoh umat setempat, Isak Tikneon, melaporkan ke aparat Polsek Insana di Kiupukan, dengan bukti Laporan Polisi Nomor: LP/91/X/2019/Polsek Insana, pasal penghinaan.

Goris kemudian diperiksa penyidik Polsek Insana pada tanggal 11 Februari 2020 sebagai saksi. Namun usai pemeriksaan Goris langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi BAP tersangka Goris Taneo sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Sehingga hari ini tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Jaksa Penuntut Umum untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Kefamenanu,” jelas Kapolsek Insana, Iptu I Ketut Suta, S.H, yang dikonfirmasi melalui Kanitres Bripka Andrias Lou, S.H, Senin (29/06/2020) siang di Kefamenanu.

Barang bukti yang diserahkan adalah flash disk yang berisikan rekaman video penghinaan dan makian. Dalam rekaman video yang berdurasi 1 menit 38 detik terlihat dan terdengar dengan jelas Goris berteriak tidak mengakui gereja dan tidak butuh Gereja.

“Saya tidak butuh gereja. Gereja–gereja semua penipu umat. Saya tidak butuh lu (engkau, Red). Lu Imam yang urat malunya sudah putus. Lu urat malu sudah putus”, teriak Goris berulang kali di depan umat sambil menunjuk korban dan berlagak ingin memukul korban. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements