Heboh! Diduga Ada Sulap-Menyulap Anggaran Dalam KUA-PPAS APBD 2020

Advertisements

“Namun dalam proses pembahasan APBD Induk 2020 di Sidang III DPRD TTU, terungkap kalau dokumen anggaran yang ada dalam KUA-PPAS itu sudah berubah angkanya. Dan yang merubah secara sepihak dan diam-diam adalah pemerintah. Mereka sulap angka itu sesuka hati. Kami kaget karena terjadi selisih lebih anggaran sampai Rp 200 miliar lebih,” ungkap Afa.

Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra, Fabianus One Alisiono alias Afa

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Kalangan DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menduga pemerintah setempat melakukan sulap-menyulap anggaran dalam dokumen KUA-PPS APBD 2020. Sehingga terjadi selisih lebih anggaran hingga Rp 200 Miliar. Hal ini bertentangan dengan dokumen anggaran yang telah dibahas dan disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD TTU.

“Dokumen anggaran telah dibahas dan disetujui oleh Banggar DPRD TTU periode 2014-2019 lalu. Tentunya ada pemotongan dan pencoretan terhadap usulan plafon anggaran yang diajukan pemerintah melalui TPAD, yang dianggap Banggar tidak rasional,” cerita salah satu anggota Banggar dari Fraksi Gerindra, Fabianus One Alisiono alias Afa kepada wartawan di Kefamenanu, Senin (4/11/2019) malam.

Dan dokumen anggaran itu sudah ditandatangan oleh mantan Ketua Banggar, Frengky Saunoah dan seluruh anggota Banggar lainnya.

“Namun dalam proses pembahasan APBD Induk 2020 di Sidang III DPRD TTU, terungkap kalau dokumen anggaran yang ada dalam KUA-PPAS itu sudah berubah angkanya. Dan yang merubah secara sepihak dan diam-diam adalah pemerintah. Mereka sulap angka itu sesuka hati. Kami kaget karena terjadi selisih lebih anggaran sampai Rp 200 miliar lebih,” ungkap Afa.

BACA JUGA: TONTON VIDEO: Bupati TTU Nyaris Adu Jotos Dengan Anggota DPRD

Tentu akan menjadi masalah besar bagi DPRD TTU, mau ambil uang dari mana sebesar Rp 200 miliar untuk menutupi selisih anggaran itu.

“Sekarang penetapan anggaran harus berbasis kinerja. Karena itu kami coret usulan plafon anggaran yang tidak rasional dan boros. Tahun 2019 lalu, urus anggaran 5 miliar sampai belasan miliar saja tidak mampu dikelola dengan baik. Banyak proyek fisik terbengkalai. Karena itu kita coret usulan flafon anggaran yang tidak rasional,” jelas Afa.

Mungkin karena kecewa, lanjut Afa, pemerintah secara diam-diam merubah dan menyulap angka dokumen anggaran itu sesuka hati mereka. Padahal sebelumnya sudah disetujui oleh Banggar dan telah ditandatangani.

Hal ini yang memicu perang argumentasi dan pertengkaran yang nyaris berujung saling ‘baku tumbuk’ alias adu jotos antara Afa dan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, di ruang sidang utama DPRD TTU, Senin (4/11/2019) siang. Beruntung segera dilerai anggota Dewan lainnya dan dibantu anggota Pol PP serta staf Sekretariat DPRD TTU. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements