Habiskan Dana Rp 17,4 Miliar, Rumah Sakit Pratama Boking Mirip Rumah Hantu

Advertisements

“Proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking habiskan dana Rp 17,4 miliar. Tapi hasilnya sangat jelek. Dari luar kelihatan gagah dan mentereng, tapi di dalam rusak parah. Masyarakat menyebut mirip rumah hantu. Sebab sudah rusak di sana-sini sebelum diresmikan pemakaiannya,” jelas mantan anggota Komisi III DPRD TTS, David Boymau, kepada wartawan di SoE, baru-baru ini.

Gedung Rumah Sakit Pratama Boking

SOE, HALAMANSEMBILAN.COM – Meski telah menghabiskan dana Rp 17,4 miliar, namun proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) hasilnya lebih mirip rumah hantu. Kerusakan terjadi di hampir semua item pekerjaan atau dikerjakan tidak sesuai bestek.

Saat diresmikan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, 21 Mei 2019 lalu, empat ruang inap pasien sudah rusak parah. Selain itu plafon di beberapa ruangan sudah jebol dan ambruk. Lantai keramik juga sudah pecah dan saling bertindihan. Tembok bangunan pun sudah retak-retak dan tidak simetris, sehingga terlihat miring.

“Proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking habiskan dana Rp 17,4 miliar. Tapi hasilnya sangat jelek. Dari luar kelihatan gagah dan mentereng, tapi di dalam rusak parah. Masyarakat menyebut mirip rumah hantu. Sebab sudah rusak di sana-sini sebelum diresmikan pemakaiannya,” jelas mantan anggota Komisi III DPRD TTS, David Boymau, kepada wartawan di SoE, baru-baru ini.

Sejak awal, ungkap Boymau, proyek ini sudah bermasalah. Sebab berdasarkan aturan, akhir Agustus 2017 batas tender proyek tersebut. Jika belum ditenderkan maka dananya sudah ditarik oleh pemerintah pusat atau dianggap hangus. Dan faktanya, tender proyek baru dimulai awal Oktober 2017.

“Pertanyaannya, proyek itu dikerjakan pakai dana dari mana? Bukankah dananya sudah ditarik pemerintah pusat? Saya duga dana proyek Rumah Sakit Pratama Boking diambil atau dicopot dari pos belanja lainnya. Polisi bisa menyelidiki ini,” jelas Boymau.

Selain itu, lanjut Boymau, proyek yang dikerjakan PT Tangga Batu Jaya Abadi itu, dananya sudah terpakai habis 100 persen pada akhir Desember 2017. Sementara realisasi fisik baru 75 persen per 31 Desember 2017.

Terkait kejanggalan-kejanggalan ini, Tim Tipikor Polres TTS mulai melakukan penyelidikan intensif. Hari Sabtu (14/9/2019) Tim Tipikor bersama Tim Ahli Politeknik Negeri Kupang telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan ulang fisik proyek.

“Benar sekali. Tim Tipikor Polres TTS sedang melakukan penyelidikan. Kemarin bersama tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang sudah turun cek fisik di lokasi,” kata Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto DS.,SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH, MH, kepada wartawan di Soe, Kamis (19/9/2019).

Ditambahkan, pihaknya sudah mengagendakan jadwal pemeriksaan ulang atas tiga pejabat yang diduga mengetahui banyak tentang dugaan korupsi proyek pembangunan RSU Pratama Boking.

Tiga pejabat itu adalah mantan Kadis Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Hosiana In Rantau; mantan Kabag ULP, Jakob Benu dan Sekretaris Dinas Kesehatan, Barince Yalla. (k-2)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements