Guru Honor Terduga Pelaku Pungli Beasiswa PIP Tolak Permintaan Maaf Siswa SMA

Advertisements

“Tetapi jika klien saya bisa membuktikan bahwa itu adalah pungli, maka kasus dugaan pencemaran nama baik gugur dengan sendirinya,” tandas Robertus Salu.

  • Upaya Restorative Justice Gagal Untuk Kedua Kalinya

KEFAMANENU, HALAMANSEMBILAN.COM – Guru honor pada SD Negeri Bestobe berinisial WUN atau terduga pungli beasiswa PIP siswa miskin, menolak permintaan maaf Sebastianus Naitili (18), siswa kelas XI SMA Negeri Maubesi.

Penolakan itu terjadi saat digelar pertemuan kedua belah pihak dalam upaya restorative justice pada kasus dugaan pencemaran nama baik, Minggu (28/2/2021) di Mapolres TTU.

Upaya restirative justice dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, Kanit Reskrim Polres TTU, pengacara dari tersangka SN, Robertus Salu dan orang tua serta keluarga kedua bela pihak.

Menanggapi penolakan ini, Robertus Salu, SH MH, sebagai penasihat hukum dari Sebastianus Naitili, meminta agar polisi membuktikan apakah kasus itu bukan pencemaran nama baik atau sebaliknya.

“Tetapi jika klien saya bisa membuktikan bahwa itu adalah pungli, maka kasus dugaan pencemaran nama baik gugur dengan sendirinya,” tandas Robertus Salu.

Sementara Kasatreskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, menegaskan restorative justice adalah perintah dari Kapolri. Dan pihaknya masih membuka peluang upaya damai kedua belah pihak.

Jika tidak maka proses hukum akan dilaksanakan sesuai SOP,” tukasnya mengingatkan.

Sebelumnya diberitakan, Sebastianus Naitili (19), siswa kelas IX SMA Negeri Maubesi, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU), sejak 17 Februari 2021.

Ia ditetapkan sebagai tersangka karena memposting di medsos (sebuah grup di Facebook) bahwa adik kandungnya menjadi korban pungli beasiswa PIP siswa miskin oleh oknum guru berinisial WUN.

Karena itu, melalui postingan itu Sebastianus Naitili meminta tanggapan netizen, apakah hal itu dapat dibenarkan secara hukum?

Namun pertanyaan atas masalah tersebut dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh oknum guru di SD Negeri Bestobe, yang diduga kuat melakukan pungli.

Oknum guru ini melapor polisi. Dan Sebastianus Naitili pun didakwa melakukan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 310 KUHP. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements