Gelar Demo di Depan Markas Polda NTT, Gerombolan Pemuda Tak Dikenal Tantang Mahasiswa Kelompok Cipayung

Advertisements

Meski terus diprovokasi gerombolan pemuda, sebagian besar mahasiswa tetap tenang. Gerombolan pemuda dan para mahasiswa cuma saling menatap tajam.

Aksi demo Kelompok Cipayung Plus di depan Markas Polda NTT, Kamis (2/9/2021)

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Gerombolan pemuda tak dikenal menerobos dalam kerumunan para mahasiswa dari Kelompok Cipayung, saat digelar aksi demonstrasi di depan Markas Polda NTT, Kamis (2/9/2021) siang.

Gerombolan pemuda ini terlibat perang mulut sengit dengan para mahasiswa dari Kelompok Cipayung.

Pemicunya ketika mahasiswa berteriak,” Tangkap! Tangkap Saja!”.

Tidak jelas, siapa yang dimaksud dalam frase verba ‘tangkap’. Apakah tangkap Kapolda NTT atau tangkap Gubernur NTT, Victor B Laiskodat.

Gerombolan pemuda ini tidak terima dan mulai memprovokasi dengan bahasa kasar dan makian

Meski terus diprovokasi, sebagian besar mahasiswa tetap tenang. Gerombolan pemuda dan para mahasiswa cuma saling menatap tajam.

Beruntung situasi panas ini dapat dikendalikan aparat yang berjaga-jaga di depan pintu gerbang masuk Markas Polda NTT.

“Diduga mereka (kelompok pemuda tak dikenal, Red), kiriman oknum pejabat yang tidak mau dikritik rakyat dan mahasiswa. Mereka orang suruhan!” teriak beberapa mahasiswa.

Dalam orasinya, massa dari Kelompok Cipayung Plus mengkritik Kapolda NTT dan jajarannya karena menolak menerima laporan Kelompok Cipayung Plus terkait pesta dan jogetan heboh para pejabat yang mengundang kerumunan, Jumat pekan lalu di Pantai Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

“Pisau hukum cuma tajam ke bawah, kepada rakyat kecil. Sedangkan terhadap para pejabat nyaris tidak tersentuh proses hukum,” kritik salah satu orator.

Mereka mendesak Kapolda NTT dan jajarannya agar bersikap adil serta segera merespons laporan pengaduan dari masyarakat yang diwakili Kelompok Cipayung Plus.

Para mahasiswa juga mengkritik Gubernur NTT, Victor B Laiskodat dan jajarannya yang tidak konsisten antara ucapan dan perbuatannya.

BACA JUGA:  Seorang Istri di Kupang Hobby 'Main Tangan', Suami Nangis Lapor Polisi

“Lain di bibir, lain di hati. Lain di otak, lain di perbuatan,” cetus salah satu mahasiswa dalam kerumunan hingga memancing ketawa rekan-rekannya.

Sebelumnya diberitakan, Kelompok Cipayung Kota Kupang mendesak Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor B Laiskodat agar segera meminta maaf kepada masyarakat.

Permintaan maaf harus segera disampaikan dalam batas waktu 2 x 24 jam. Jika tidak digubris, akan diambil langkah selanjutnya.

Desakan ini disampaikan menyikapi peristiwa dugaan pesta dan joget heboh para pejabat yang menimbulkan kerumunan di Pantai Otan, Pulau Semau, Jumat (27/8/2021) sore.

Demikian bunyi salah satu butir dari empat tuntutan Kelompok Cipayung Kupang, yang disampaikan ketika menggelar jumpa pers di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kupang, NTT. Selasa (31/08/21). (k-1)

Editor: ade

Advertisements

Advertisements