Gara-Gara Cemburu Buta, Pria Asal Sumba-NTT Gorok Leher Istrinya Hingga Tewas

Advertisements

“Iya benar. Kedua korban sudah dimakamkan Ikatan Keluarga Flobamora. Sedangkan beberapa orang yang diduga pelaku pengeroyokan dan perajaman pakai batu sudah ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan,” jelas Iptu Usaedi.

PALANGKARAYA, HALAMANSEMBILAN.COM – Gara-gara cemburu buta, Ardianus Bulu Malo alias Ardi (24) menggorok leher istrinya Ny. Vin Sinsiana Marunce alias Lince (22) pakai parang hingga tewas.

Keluarga istri yang mengetahui aksi biadab itu menjadi murka. Mereka membalas mengeroyok dan merajam Ardi Bulu Malo pakai batu hingga tewas di tempat.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Mess Perkebunan Kelapa Sawit Estate Melata, Desa Melata, Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (3/7/2020) lalu.

Pasangan suami istri ini berasal Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Keduanya diketahui bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Kapolres Lamandau AKBP Titis Bangun HP melalui Kasat Reskrim Polres Lamandau Iptu Far’ul Usaedi, membenarkan ketika dihubungi wartawan.

“Iya benar. Kedua korban sudah dimakamkan Ikatan Keluarga Flobamora. Sedangkan beberapa orang yang diduga pelaku pengeroyokan dan perajaman pakai batu sudah ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan,” jelas Iptu Usaedi.

Tentang kronologi kasus ini, papar Usaedi, bermula ketika pasangan suami istri ini bertamu ke rumah tetangga, Jumat malam. Sang tetangga masih keluarga rapat dari sang istri, Ny. Vin Sinsiana Marunce alias Lince.

Namun baru 30 menit bertamu, sang suami mengajak pulang sang istri ke rumah mereka.

“Sampai di rumah, keduanya terlibat pertengkaran hebat. Sebab sang suami cemburu buta. Lantaran di rumah tetangga terdapat beberapa pria lainnya, yang berbincang-bincang dengan istrinya,” ungkap Usaedi sebagaimana dilansir dari matakalteng.com.

Sang istri menjadi marah karena perilaku sang suami yang selalu cemburu buta tidak pernah berubah. Padahal mereka bertamu di rumah kerabatnya dan sesama perantau asal NTT.

“Pertengkaran hebat itu didengar tetangga dan hendak masuk rumah menolong. Namun Ardi, sang suami memegang parang dan menempelkan parang di leher istrinya. Ia mengancam akan menggorok leher istrinya jika ada yang masuk ke dalam rumah,” kisah Usaedi.

Puncaknya tetangga mendengar suara minta tolong diiringi suara orang mengorok. Tampak dari luar, darah mengalir di lantai dan keluar dari celah daun pintu. Lalu senyap.

“Tetangga dan beberapa warga menyerbu masuk dalam rumah lalu merajam Ardy Bulu Malo pakai batu hingga tewas. Rumah papan milik korban hancur berantakan karena ditimpuk batu,” tambah Usaedi.

Polisi yang tiba beberapa jam kemudian, mengolah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk diotopsi. Sementara itu 9 pelaku pengeroyokan ditangkap.

“Tiga dari 9 pelaku adalah saudara kandung Ny. Vin Sinsiana Marunce alias Lince. Mereka dijerat pasal berlapis 338 KUHP dan atau pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP tentang pembunuhan, dan pengeroyokan yang menyebebkan matinya orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” pungkas Usaedi. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements