FWI Bisa Jadi Model Bagi Pemda Kembangkan Pariwisata di Tapal Batas

Advertisements

“Gelaran FWI bisa dijadikan model bagi pemerintah daerah. Ini peluang yang harus dilanjutkan pengembangannya oleh pemda-pemda. Dengan begitu PLBN tidak saja menjadi beranda negeri tetapi juga sentra ekonomi baru dan destinasi baru,”  jelas Ricky.

Wartawan media cetak dan elektronik wawancarai Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani, Perwakilan Kadisbudpar Belu dan Kadisbudpar TTU.

ATAMBUA, HALAMANSEMBILAN.COM – Kegiatan Festival Wonderful Indonesia 2019 di tiga pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Timor Leste – RI telah berakhir. Pemerintah daerah bisa menjadikan FWI sebagai laboratorium dan model untuk mengembangkan pariwisata di daerah perbatasan.

Demikian yang dijelaskan Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani, ketika memantau kegiatan FWI yang terakhir di PLBN Motaain, Belu, pekan lalu.

“Gelaran FWI bisa dijadikan model bagi pemerintah daerah. Ini peluang yang harus dilanjutkan pengembangannya oleh pemda-pemda. Dengan begitu PLBN tidak saja menjadi beranda negeri tetapi juga sentra ekonomi baru dan destinasi baru,”  jelas Ricky.

Yang dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dari pemda untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Pagelaran seni dan budaya salah satu contoh untuk disandingkan dengan kegiatan lainnya di PLBN, pasar dan pameran hasil bumi di PLBN, dan sebagainya.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Muh Ricky Fauziyani

“Yang paling utama adalah bagaimana kita yang berada di border ini masih tetap bersilaturahmi antar warga dua negara,” tambah Ricky.

Pendapat Ricky ini didukung Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Rainer Koly dan Kadis Pariwisata Kabupaten TTU, Robertus Nahas.

“Ini suatu proses pembelajaran kepada masyarakat, agar ke depan jika masih ada event seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan setiap produk yang mereka miliki. Kami sangat berterimakasih kepada Kemenpar RI yang tidak putus – putusnya bekerja sama dengan Pemkab Belu dalam mendukung pembangunan di perbatasan,” ungkap Koly didukung Robertus Nahas.

“Terima kasih kepada Kemenpar RI di Jakarta yang telah membantu pemerintah daerah untuk menghidupkan semangat silahturahmi dan persaudaraan antar warga dua negara di perbatasan. Juga terima kasih karena telah menghidupkan kembali geliat ekonomi, sosial dan kebudayaan di daerah perbatasan,” tukas Robertus Nahas.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil bupati Belu Yoseph Luan dan staf, Kepala PLBN Motaain Teolan Hutagalung dan staf, Kabid Pemasaran Dispar Belu, Rainer Koly dan staf, Kadis Pariwisata TTU, Robertus Nahas dan staf beserta sejumlah tamu undangan lainnya.(jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

 

Advertisements