Dua Oknum Polisi Diduga Selundupkan 200 Kilogram Kayu Cendana dari Timor Leste

Advertisements

Tertangkap Basah Oleh Satgas TNI Yonif 744/SYB

Dua oknum polisi yang ditangkap tersebut berinisial SEL dan EK. Keduanya anggota aktif Polri yang bertugas di Belu dan Kupang. Keduanya ditangkap Kawasan Salore, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Barang bukti berupa 7 karung berisikan kayu cendana dan mobil avansa yang dipakai dua oknum polisi

ATAMBUA, HALAMANSEMBILAN.COM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Republic Demokratic Timor Leste (RDTL) di Sektor Timur, Batalyon Infantri (Yonif) Raider Khusus (RK) 744/SYB menangkap basah 2 oknum anggota Polri yang sedang menyelundupkan 200 kilogram kayu cendana dari wilayah Timor Leste ke wilayah Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (3/10/2020) malam.

Demikian siaran pers yang dikirimkan
Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB, Letkol (Inf) Alfat Denny Adrian, kepada para wartawan di Atambua, Minggu (4/10/2020).

Dua oknum polisi yang ditangkap tersebut berinisial SEL dan EK. Keduanya anggota aktif Polri yang bertugas di Belu dan Kupang. Keduanya ditangkap Kawasan Salore, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Barang bukti yang diamankan yaitu 7 karung putih berisikan kayu cendana seberat kurang lebih 200 kilogram yang diangkut dengan sebuah mobil Toyota Avansa bernopol: DH 1362 AM.

Termasuk E-KTP, kartu anggota Polri, dan sejumlah surat-surat izin pengangkutan kayu cendana yang diduga asli tapi palsu (aspal) dan tidak lengkap.

“Kedua pelaku sudah kami serahkan ke Polres Belu untuk kepentingan proses hukum selanjutnya,” tulis Letkol Alfat.

Operasi penangkapan dan pengamanan kayu Cendana dipimpin oleh Wadanpos Salore Sertu Firman Wahyu bersama personel Pos Salore Kipur 1 Satgas Yonif RK 744/SYB bersama staf Intel pada Sabtu (03/10/2020) sekitar pukul 20.45 Wita.

Wadanpos Salore mendapat telpon dari anggota Staf Intel Satgas Serka Lalu Hamzanwandi yang memberikan informasi dimana informasi tersebut bersumber dari salah seorang warga Motaain berinisial (AN) yang tidak ingin disebutkan identitasnya bahwa akan ada mobil yang lewat membawa Kayu Cendana dari perbatasan Mota’ain ke arah Atambua.

“Atas informasi tersebut langsung ditanggapi oleh Wadanpos untuk dilaporkan kepada Danpos dimana laporan tersebut dilanjutkan kepada Wadansatgas yang langsung direspon dan dilaporkan kepada Dansatgas. Kemudian Wadanpos beserta 4 anggota bersama staf Intel langsung melaksanakan Sweeping di jalan utama Desa Tulakadi yang berjarak 1 km dari pos salore di dekat Tikungan,” terang Alfat.

Saat melaksanakan sweeping yang bertempat di CO.1210 – 9930 untuk jarak kurang lebih 1 Km dari Pos Salore di jalur utama Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu pihak Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB pun berhasil menangkap 2 orang yang mengangkut kayu cendana menggunakan mobil Avanza nopol DH 1362 AM.

Dari hasil sweeping tersebut diketahui 2 orang pelaku berinisial SEL (33) dan EK (32) yang mana masing-masing adalah warga Atambua dan Kupang. Beberapa dokumen juga berhasil diamankan dari pelaku berupa KTP dan surat-surat lainnya yang diduga palsu dan tidak lengkap.

“Di lokasi Sweeping yang dihadiri oleh Dankipur 1, staf intel Kodim Belu, Sub Denpom Atambua, staf Intel Korem 161/WS dan personel Danpos Salore tersebut sempat terjadi ketegangan dan adu argumen. Namun akhirnya dapat dikendalikan dan pelaku serta mobil yang memuat kayu cendana berhasil digiring ke mako untuk dilakukan interogasi dan diambil keterangannya serta barang bukti diamankan di mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif RK 744/SYB,” tutur dia.

Dikatakan, tindakan selanjutnya Satgas Yonif RK 744/SYB melaporkan hasil temuan tersebut kepada Komando atas serta berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk proses lebih lanjut.

“Satgas Yonif RK 744/SYB akan melakukan tindakan tegas terhadap segala jenis pelanggaran di wilayah perbatasan tanpa pandang bulu. Hal ini dilakukan demi menghilangkan keresahan di masyarakat dan menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif,” tegas Alfat. (k-8)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements