DPO Kejari Kupang Yusak Sabekti Gunanto Ditangkap di Semarang

Advertisements

#Terlibat Mafia Human Trafficking dengan Korban Yufrida Selan

“Jadi DPO Yusak sudah dicari selama 2 tahun. Dan kami berhasil menangkapnya pada hari Rabu (24/6/2020) malam sekitar pukul 19.15 WIB di SPBU Gombel Lama, Jalan Setia Budi, Kota Semarang,” jelas Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6/2020) pagi.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Tim Intelijen Kejati NTT dibantu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang berhasil melakukan penangkapan terpidana Yusak Sabekti Gunanto (51) yang melarikan diri dari tahanan Kejati NTT sejak tahun 2018 lalu.

Yusak masuk daftar pencarian orang (DPO) di Kejari Kota Kupang. Pria berusia 51 tahun ini merupakan warga Jalan Langensari Timur, RT 01/RW II, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat.

“Jadi DPO Yusak sudah dicari selama 2 tahun. Dan kami berhasil menangkapnya pada hari Rabu (24/6/2020) malam sekitar pukul 19.15 WIB di SPBU Gombel Lama, Jalan Setia Budi, Kota Semarang,” jelas Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6/2020) pagi.

Penangkapan ini menurut Abdul Hakim berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2389 K/PID.SUS/2017 tanggal 31 Januari 2018.

Yusak merupakan terpidana dalam perkara tindak perdagangan orang (TPPO) alias human trafficking dengan korban seorang gadis remaja asal Kota Soe, Kabupaten TTS bernama Yufrida Selan. Identitas gadis ini dipalsukan dengan nama Melinda Sapai. Gadis ini kemudian mati secara mengenaskan di rumah majikannya di Malaysia.

Yusak dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 120 juta subsidair 3 bulan kurungan karena terbukti secara sah dan meyakinkan ikut andil dalam pengiriman Yufrida Selan ke Malaysia.

“Yusak akan diterbangkan ke Kupang untuk menjalani hukuman kurungan penjara. Dia masih menjalani pemeriksaan di Semarang,” tambah Kasi Penkum, Abdul Hakim.

Sebelumnya, bos dari Yusak bernama Ny. Diana Aman, juga melarikan diri. Dia melarikan diri setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang mengabulkan permohonan penangguhan atau pengalihan status penahanannya dari tahanan Lapas Wanita Kupang menjadi tahanan kota.

Namun pelarian Diana Aman yang dikenal sebagai “Ratu Human Trafficking” ini berakhir. Diana ditangkap tim Kejari Tanjung Balai, Sumatera Utara, saat hendak membuat paspor dengan tujuan Malaysia, Jumat (31/8/2018).

Kini Diana Aman sedang menjalani hukuman kurungan penjara selama 9 tahun penjara. Hukuman ini diputuskan oleh majelis hakim PN Kelas IA Kupang pada 30 Mei 2017 lalu. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements