Dosen Ini Diduga Dibunuh Tapi Direkayasa Seakan Mengalami Lakalantas Tunggal

Advertisements

Korban tewas Dr. Yakob Pniel Ninu, S.H, M.Si, Dosen Sosiologi di Undana Kupang

“Mencermati kejanggalan-kejanggalan tersebut, kami keluarga mengajukan permohonan eksomasi (penggalian kuburan, Red) untuk dilakukan autopsi oleh tim forensik. Sehingga didapatkan bukti-bukti yang lebih valid tentang penyebab kematian korban,” jelas Aleks Ninu.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Dr. Yakob Pniel Ninu, S.H, M.H, diduga keras dibunuh orang tak dikenal di Kompleks Universitas Nusa Cendana Kupang, Rabu (24/4/2019) malam.

“Tapi direkayasa seakan-akan mengalami lakalantas tunggal saat sedang mengendarai sepeda motor di Kompleks Undana Kupang, Rabu malam. Herannya, ciri-ciri orang mengalami lakalantas sepeda motor tidak kami temukan. Sepeda motornya pun dalam kondisi mulus tanpa goresan apapun. Keluarga berpendapat, ini sangat janggal,” jelas kakak kandung korban, Johanes Aleks Ninu, kepada wartawan di Kupang, Selasa (30/4/2019).

Ada beberapa bukti kejanggalan itu, beber Aleks Ninu. Pertama, hanya ada luka di belakang kepala. Sementara sekujur tubuh korban lainnya, mulus tanpa goresan luka sebagaimana orang mengalami lakalantas sepeda motor.

Korban sempat dirawat di RSU Siloam Kupang, sebelum menghembuskan nafas terakhir, 24 April 2019 malam

Kedua, jika belakang kepala luka karena benturan di aspal, mestinya ada darah mengalir. Tapi nyatanya, tidak ada darah setitik pun. Dan helm pun tidak ada darah atau sangat bersih. Serta tidak ada goresan apapun pada helm yang dikenakan korban.

Ketiga, pada pakaian korban tidak ada yang kotor kena debu tapi bersih mulus. Juga tidak ada sobekan atau minimal goresan pada pakaian korban sebagaimana orang yang mengalamai lakalantas sepeda motor.

Keempat, keluarga tidak tahu siapa yang pertama kali menemukan korban tergeletak di jalan dan siapa yang mengantar korban ke RSU Siloam. Tidak ada saksi dan sangat misterius.

Keluarga, lanjutnya, sangat curiga korban telah menjadi korban tindakan kriminal yang mengakibatkan korban tewas. Sebab pada hari naas, korban tampak sehat sekali dan pergi ke Kampus Undana Kupang untuk mengajar para mahasiswanya.

Tim dokter forensik usai melakukan otopsi, Selasa 30 April 2019

“Mencermati kejanggalan-kejanggalan tersebut, kami keluarga mengajukan permohonan eksomasi (penggalian kuburan, Red) untuk dilakukan autopsi oleh tim forensik. Sehingga didapatkan bukti-bukti yang lebih valid tentang penyebab kematian korban,” jelas Aleks Ninu.

Kasatreksrim Polresta Kupang, Iptu Bobby J. Moooynafi, S.H, M.H, membenarkan adanya permohonan eksomasi yang diajukan keluarga korban.

“Karena itu, hari ini Selasa (30/4/2019), kami melakukan penggalian kuburan untuk dilaksanakan outopsi,” jelas Iptu Bobby.

Polisi, lanjutnya, belum bisa mereka-reka penyebab korban tewas apalagi sampai kepada kesimpulan korban tewas karena dibunuh atau terbunuh.

“Sebab hasil outopsi belum keluar. Dan penyidik masih mengambil keterangan dan melakukan penyelidikan secara mendalam,” tambahnya. (ade)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements