Direktur Lakmas NTT: Saya Heran, Kok Bisa Le Ray Sekap dan Aniaya Wanita dalam Rumah Dinas Bupati TTU?

Advertisements

“Sungguh mati. Saya terkejut dan sangat heran. Bagaimana seorang warga sipil bukan ASN dan bukan pejabat seperti Le Ray ini, kok bisa punya akses yang sebebas-bebasnya masuk ke rumah dinas Bupati TTU. Bahkan menjadikan salah satu kamar sebagai tempat menyekap dan menganiaya serta melecehkan secara seksual wanita yang diculiknya dari sebuah tempat kontrakan,” tanya Viktor Manbait dengan nada heran, ketika menghubungi wartawan via ponsel, Rabu (6/1/2021).

Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait, S.H.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Direktur Lembaga Advokasi Anti Kekerasan Masyarakat Sipil Nusa Tenggara Timur (Lakmas NTT), Viktor Manbait, S.H, mengaku sangat terkejut dan heran karena pelaku penculikan, penyekapan, penganiayaan dan pemerkosaan menjadikan rumah dinas Bupati Timor Tengah Utara (TTU) sebagai salah satu tempat penyekapan dan penganiayaan korban.

“Sungguh mati. Saya terkejut dan sangat heran. Bagaimana seorang warga sipil bukan ASN dan bukan pejabat seperti Le Ray ini, kok bisa punya akses yang sebebas-bebasnya masuk ke rumah dinas Bupati TTU. Bahkan menjadikan salah satu kamar sebagai tempat menyekap dan menganiaya serta melecehkan secara seksual wanita yang diculiknya dari sebuah tempat kontrakan,” tanya Viktor Manbait dengan nada heran, ketika menghubungi wartawan via ponsel, Rabu (6/1/2021).

Manbait bertanya, di mana Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt dan keluarganya? Di mana aparat Pol PP yang ditugaskan menjaga rumah dinas Bupati TTU tersebut.

“Karena itu Bupati TTU harus menjelaskan secara jujur dan terbuka kepada masyarakat, sebenarnya apa yang telah terjadi?,” pinta Viktor Manbait.

Penjelasan Bupati TTU ini, kata Manbait, untuk mencegah asumsi-asumsi liar berkembang ke arah fitnah dan tuduhan yang tidak mendasar.

Permintaan senada juga disampaikan oleh Aleksander Thall, salah satu tokoh masyarakat di Kota Kefamenanu.

“Saya dan semua komponen masyarakat Kota Kefamenanu sedang menunggu penjelasan dari Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes tentang kenapa warga sipil bisa punya akses bebas masuk keluar rumah dinas. Bahkan menjadikan salah satu kamar di rumah dinas Bupati TTU untuk menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual seorang wanita,” jelas Aleks Thall, yang juga dikenal sebagai mantan anggota DPRD TTU ini.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan, terkait sejumlah pertanyaan dari masyarakat di Kota Kefamenanu.

Sebelumnya diberitakan, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Timor Tengah Utara (TTU) – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengejar seorang pria bernama Le Ray, warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, sejak Selasa (5/1/2021) dini hari.

Ia dicari-cari dan dikejar polisi karena menculik, menyekap dan menganiaya serta memperkosa seorang wanita berinisial BWA (32), warga Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di tiga tempat berbeda.

Salah satunya tempat yang digunakan pelaku untuk menyekap, menganiaya dan melecehkan secara seksual korban, terjadi di rumah dinas Bupati TTU, dekat Kompleks Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Kefamenanu.

Bahkan korban juga dibawa ke lahan Perkebunan Pepaya milik Bupati TTU, di Desa Naen, lalu di perkosa di antara rerimbunan pohon pepaya, di gelap malam. Kejadian ini disaksikan penjaga kebun. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements