Dilarang Kapolres dan Dandim TTU, Bupati Ray: Pameran Tetap Dibuka!

Advertisements

“Tetap akan dibuka dan dilaksanakan. Tentu dengan menjalankan protap kesehatan dan pencegahan Covid-19 secara lebih ketat…” tandas Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt kepada para wartawan di Kefamenanu, Sabtu (12/9/2020).

Stand Pameran mulai dibangun kantor, badan dan instansi pemerintahan di Alun-alun Kantor Bupati TTU (Lapangan Oemanu)

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Meski mendapat reaksi penolakan dari berbagai elemen masyarakat serta dilarang Kapolres dan Dandim TTU, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, tetap bersikeras untuk menggelar Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat.

Pameran Pembangunan dan Pasar Rakyat ini digelar untuk menyambut HUT Kota Kefamenanu Ke-89. Direncanakan dua kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Oemanu, Alun-Alun Kantor Bupati TTU. Sedangkan kegiatan Lomba Pacuan Kuda sudah digelar di Pantai Tanjung Bastian, Kecamatan Insana Utara.

“Tetap akan dibuka dan dilaksanakan. Tentu dengan menjalankan protap kesehatan dan pencegahan Covid-19 secara lebih ketat. Panitia masih mencari model solusi yang pas. Dan masih ada evaluasi dan koordinasi. Acara pembukaannya digeser. Belum sepakat, kapan acara pembukaannya,” tandas Bupati Ray kepada para wartawan di Kefamenanu, Sabtu (12/9/2020).

Sebelumnya, Jumat (11/9/2020), Kapolres TTU AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK dan Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi menegaskan pihaknya tidak setuju jika Pemkab TTU bersikeras menggelar pameran pembangunan, pasar rakyat dan pacuan kuda di Kefamenanu.

“Tidak ada jaminan dan kami tidak akan bertanggungjawab. Lagi pula tidak ada izin keramaian,” tandas Kapolres TTU AKBP. Nelson Filipe Diaz Quintas, SIK via WhatsApp, ketika ditanyakan wartawan di Kefamenanu, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya kegiatan yang mengumpulkan massa di era Pandemi Covid-19 sangat beresiko bagi keselamatan banyak orang serta membuka cluster baru. Karena itu pameran, pasar rakyat dan pacuan kuda harus dihentikan dan dibatalkan.

Sehari sebelumnya Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) telah mengirim surat protes dan teguran atas rencana kegiatan sosial kemasyarakatan dan kepemerintahan yang digelar Pemkab TTU, seperti Pameran Pembangunan, Pasar Rakyat, Pacuan Kuda serta aneka lomba dan pertandingan olahraga antar instansi serta sekolah yang melibatkan para murid serta guru. Menurut FKUB Kabupaten TTU, hal itu bisa menciptakan cluster baru penyebaran Covid-19. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements