Digeledah 10 Jam, Ponsel Bupati Manggarai Barat dan Dokumen Satu Koper Disita Jaksa

Advertisements

Babak Baru Kasus Jual-Beli Sebuah Pulau di Labuan Bajo

“Jadi ada 182 dokumen yang kami sita, yang diduga terkait penjualan lahan seluas 30 hektar di sebuah pulau di Labuan Bajo,” jelas Kepala seksi (Kasi) Pidsus Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, I Putu Andi Sutadarma, SH, kepada wartawan Senin malam.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus C.H. Dula

RUTENG, HALAMANSEMBILAN.COM – Penyelidikan kasus jual beli sebuah pulau seluas 30 hektar di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki babak baru. Tim penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dan Kejakasaan Negeri Manggarai Barat, menyita ponsel Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus C.H. Dula, M.Si dan satu ponsel lainnya milik asistennya.

Selain itu tim jaksa juga menyita 182 dokumen dari ruang kerja Bupati Manggarai Barat dan beberapa ruang kerja para asisten dan pejabat lainnya.

Penyitaan itu dilakukan setelah tim jaksa melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Manggarai Barat selama 10 jam, Senin (12/10/2020) sejak pukul 09.00 wita pagi hari hingga pukul 19.00 wita malam.

Penggeledahan Kantor Bupati Manggarai Barat itu disaksikan para wartawan. Tim jaksa memeriksa seluruh dokumen di ruangan kerja Bupati Mabar, ruangan asistan satu, asistan tiga dan ruangan Kabag Pemerintahan Kabupaten Manggarai Barat.

Usai pemeriksaan tim jaksa keluar membawa satu koper besar, penuh dengan dokumen yang disita.

“Jadi ada 182 dokumen yang kami sita, yang diduga terkait penjualan lahan seluas 30 hektar di sebuah pulau di Labuan Bajo,” jelas Kepala seksi (Kasi) Pidsus Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, I Putu Andi Sutadarma, SH, kepada wartawan Senin malam.

“Juga dua buah ponsel disita tim jaksa. Yaitu ponsel Bupati Manggarai Barat beserta Sim Card-nya ditambah ponsel milik Ambrosius Syukur, Kabag Tata Usaha yang merangkap asisten Bupati Manggarai Barat,” tambah Sutadarma.

Sebelumnya, Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, telah memeriksa Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat pada Selasa, 29 September 2020 lalu.

Selain Bupati Dula, sejumlah saksi yang ikut diperiksa dalam kasus tersebut juga yakni, Kabag Tapem, Ambrosius Syukur, mantan Sekda Manggarai Frans Paju Leok, Fungsionaris Adat Nggorang H. Ramang Ishaka, Mantan Sekda Rofinus Mbon, Laurensius Y. Ambo, Karolus Gopa, Kepala BPN Mabar Abel A. Mau dan Donatus Endo pensiunan PNS Kabupaten Manggarai.

Akibat jual-beli pulau seluas 30 hektar secara diam-diam itu, negara dirugikan sekitar 3 triliun. Kini pulau itu ‘dikuasai’ secara sepihak oleh para pejabat tinggi dan pengusaha yang berdomisili di Ruteng, Kupang, Denpasar dan Jakarta (k-8)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements