Diduga Peras Tersangka Rp 700 Juta, Enam Penyidik Dirkrimsus Polda NTT Terancam Dipecat

Advertisements

“Kalau terbukti penyidik memeras tersangka korupsi, pasti dipecat. Itu pasti,” jelas Kombes Pol Johannis Bangun, Kamis (25/6/2020).

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johannis Bangun, menegaskan 6 penyidik Dirkrimsus Polda NTT terancam dipecat jika terbukti memeras tersangka Baharudin Tony alias Tony Tanjung sebesar Rp 700 juta.

Tersangka Baharudin Tony alias Tony Tanjung adalah kontraktor Proyek Pengadaan Benih Bawang Merah di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT senilai Rp 9,6 miliar. Tony bersama 8 pejabat dan makelar proyek telah ditangkap oleh penyidik Polda NTT.

“Kalau terbukti penyidik memeras tersangka korupsi, pasti dipecat. Itu pasti,” jelas Kombes Pol Johannis Bangun, Kamis (25/6/2020).

Ia meminta masyarakat agar membantu penyidik Propam Polda NTT mengungkap kasus pemerasan tersebut.

“Kalau ada bukti video, ada saksi, silahkan beritahu kami. Pasti ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sudah 6 orang dimintai keterangan sebagai saksi termasuk satu orang oknum anggota polisi telah menjadi terperiksa.

“Ia terperiksa karena diduga menggunakan rekeningnya untuk menampung uang hasil pemerasan,” tambah Kombes Pol Johannis Bangun.

Sementara Joao Meco, S.H, penasehat hukum dari tersangka Baharudin Tony alias Tony Tanjung, yang dihubungi terpisah, membenarkan adanya dugaan pemerasan itu. Bahkan Propam Polda NTT punya inisiatif sendiri untuk memeriksa 6 penyidik tersebut.

“Kami punya bukti rekaman video, bukti transfer uang kepada oknum penyidik sebanyak dua kali, penyerahan uang dua kali kepada oknum penyidik secara langsung. Kami juga punya dua orang saksi,” tandas Joao Meco.

Pemerasan dilakukan beberapa kali, dalam jumlah uang berbeda dan dalam situasi waktu berbeda pula. Setelah kliennya diperas dan dijadikan sebagai “ATM” sampai habis-habisan, baru kliennya ditetapkan sebagai tersangka.

“Jika kasus pemerasan ini hendak ditutupi, saya minta Mabes Polri ambil alih pemeriksaan. Dan saya sudah mendapat dukungan dari Divisi Hukum Mabes Polri untuk memback-up saya,” tandas Joao Meco. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements