Diduga Mantan Staf Ahli Bupati Kupang Keroyok Warga

Advertisements

“Waktu saya tegur beliau supaya hentikan pembersihan tersebut, tiba-tiba beliau menyerang saya, sambil mengancam saya dengan parang, tetapi saya masih ladeni dengan tenang. Saya masih jelaskan kalau tanah ini milik marga Laisilab, jadi kita perlu duduk dan bicarakan dengan baik-baik. Lalu beliau memukul saya beberapa kali dan tendang saya dua kali di perut. Saat itu, saya tidak berbuat apa-apa karena STT dan ponaannya JB memeluk saya kuat-kuat,” kisah Obednego Ukat.

Ilustrasi

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Diduga mantan Staf Ahli Bupati Kupang yang berinisial MPT, dibantu dua kerabatnya yang berinisial ST dan JB mengeroyok Obednego Ukat dan saudaranya Samuel Pong, warga Desa Uitiuhtuan, Kecamatan Semau, 18 September 2020 lalu.

Diduga penganiayaan ini bermula, saat kedua korban hendak menegur MPT bersama kerabatnya yang sedang membersihkan lahan milik keluarga Laisilab Ukat, di RT 01/RW 01, Dusun 01, Desa Uiboa, Kecamatan Semau Selatan.

Kedua Korban setelah melaporkan kasus ini ke Polsek Semau, pada Sabtu (19/09/2020) di Makopolsek Semau, Desa Uitao kecamatan Semau.

Kepada wartawan, korban menuturkan kronologi peristiwa penganiayaan tersebut. Hari Jumat 18 September 2020, pelaku saat itu bersama kerabatnya membersihkan lahan milik keluarga Laisilab-Ukat, yang kebetulan diawasi oleh korban Obednego Ukat yang saat ini menjabat sebagai kepala marga Laisilab-Ukat.

Mengetahui hal tersebut, kemudian korban bersama dua orang saudaranya datang dan hendak menegur MPT dan kerabatnya agar jangan membersihkan lahan tersebut, karena bukan lahan milik MPT, tetapi milik marga. Tetapi jika betul lahan tersebut milik MPT, maka silahkan sampaikan kepada marga, agar diketahui oleh marga. Dan marga tidak menuduh korban yang selama ini dipercayakan untuk mengawasi lahan tersebut.

Tak terima dengan teguran dari korban, MPT kemudian bersama kerabatnya menganiaya korban dan sudaranya.

“Waktu saya tegur beliau supaya hentikan pembersihan tersebut, tiba-tiba beliau menyerang saya, sambil mengancam saya dengan parang, tetapi saya masih ladeni dengan tenang. Saya masih jelaskan kalau tanah ini milik marga Laisilab, jadi kita perlu duduk dan bicarakan dengan baik-baik. Lalu beliau memukul saya beberapa kali dan tendang saya dua kali di perut. Saat itu, saya tidak berbuat apa-apa karena STT dan ponaannya JB memeluk saya kuat-kuat,” kisah Obednego Ukat.

Akibatnya, korban Obednego Ukat mengalami Luka di pelipis kiri, dan lebam di bagian perut. Usai dikeroyok, korban melaporkan MPT dan JB ke Mapolsek Semau, dan diambil visum et repertum, oleh dokter di Puskesmas Uitao.

Sedangkan Semuel Pong, salah satu korban lainnya, juga mengisahkan, setelah MPT dan JB mengeroyok Obednego Ukat, kemudian dirinya juga ikut dikeroyok.

“Setelah mengeroyok Bapak Obednego Ukat, kemudian JB mengejar saya yang sempat lari karena melihat Bapak Obednego Ukat dikeroyok. Lalu JB memeluk saya seperti dia peluk bapak Obednego Ukat, kemudian bapak MPT bersama anaknya ST dan saudara JCN tendang saya di belakang dan di perut,” ungkapnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, dirinya mengalami memar dibagian perut dan punggung. Ia lalu melakukan permohonan visum et repertum.

Kapolsek Semau Iptu Daeng Jumadi, yang dikonfirmasi soal ini, membenarkan adanya laporan tentang kasus pengeroyokan tersebut.

Ia mengatakan penganiayaan yang dialami oleh korban Obednego Ukat, sudah diselidiki oleh Polsek Semau. Saksi yang diajukan korban, maupun pelaku MPT dan JB telah diambil keterangan.

“Terkait kasus tersebut kita sudah tetapkan tersangka, sehingga dari proses penyelidikan berlanjut ke penyidikan. Kita akan layangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan,” jelasnya.

Kapolsek Daeng Jumadi juga menegaskan kepada korban sendiri, telah dilayangkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), agar korban mengetahui perkembangan kasus tersebut yang sementara ditangani Polsek Semau.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kasus pengeroyokan yang dialami oleh SP belum ditetapkan tersangkanya. (k-0)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements