Diduga Korupsi Proyek Jalan Kota Kefamenanu Rp 10 Miliar, Pegiat Anti Korupsi Desak Kajari TTU Periksa Hemus Taolin

Advertisements

Kajari TTU Roberth Jommy Lambila bersama pegiat antikorupsi
Pegiat antikorupsi di TTU berfoto bersama Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH dan dua stafnya.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Pegiat anti korupsi di Kabupaten TTU mendesak Kejaksaan Negeri TTU agar segera memeriksa Direktur PT Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin alias Hemus.

Pasalnya, Hemus Taolin diduga keras terlibat kasus korupsi Proyek Peningkatan Jalan Hotmix Kota Kefamenanu TA 2016 senilai Rp 10.044.528.000,00 (sepuluh miliar empat puluh empat juta lima ratus dua puluh delapan ribu rupiah).

Kasus dugaan korupsi Proyek Hotmix Jalan Kota Kefamenanu ini sudah dilaporkan dan diselidiki jaksa sampai dua kali. Pertama, tahun 2019 dan kedua tahun 2021 lalu.

“Tapi herannya, progres penyidikan kasus ini tidak pernah kami tahu sampai hari ini,” jelas Direktur Lakmas NTT, Victor Manbait, SH, didampingi Ketua Garda TTU, Paulus Bau Modok, SE, dan Ketua Fraksi TTU, Willem Oki, Selasa (5/7/2022).

Ketiga pegiat anti korupsi di TTU ini bertemu Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH, MH, dan jajarannya di Kantor Kejari TTU, Selasa siang tadi. Mereka mempertanyakan progres penyelidikan kasus korupsi ini.

BACA JUGA: 

Dalam pertemuan tersebut, Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, didampingi oleh Kasi Pidsus Andre P Keya, SH dan Kasi Intel Hendrik Tiip, SH.

Tiga pegiat anti korupsi ini menduga lembaga kejaksaan sepertinya sudah disusupi mafia hukum, sehingga kasus dugaan korupsi yang melibatkan Hemus Taolin selalu mandek di tangan jaksa.

“Jaksa tidak perlu takut kepada Hemus Taolin. Dia bukan manusia kebal hukum,” tandas Paulus Modok memperingatkan.

Sementara itu Ketua Fraksi TTU, Willem Oki, menegaskan dalam kasus Hemus Taolin, jaksa mempertaruhkan wibawa dan citra lembaga kejaksaan.

“Jangan sampai wibawa dan citra Kejaksaan Negeri TTU dirusakkan oleh Hemus Taolin. Jangan sampai masyarakat TTU berpandangan miring terhadap Kejari TTU,” kata Oki memperingatkan.

Pegiat anti korupsi juga mendesak Kejari TTU segera memeriksa mantan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

Advertisements

Pasalnya nama Fernandes sudah disebut berkali-kali oleh tersangka berbeda dalam kasus korupsi Alkes Jilid I dan Jilid II RSUD Kefamenanu, sebagai pejabat yang menerima fee proyek.

“Pemeriksaan itu untuk memastikan apakah mantan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes terima fee proyek ataukah tidak. Mesti ada tindak lanjut pemeriksaan demi kepastian hukum atas kesaksian tersangka di ruang sidang,” tandas Modok. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements