Diduga Diintervensi Kadis PRKPP, Pengurus Ancang-Ancang Mengundurkan Diri

Advertisements

#Proyek Bedah Rumah Rp 29 Miliar di TTU Amburadul

“Kami bingung, mau ikut perintah dan arahan yang mana? Kadis PRKPP arahkan harus memilih UD Sion sebagai supplier bahan bangunan. Padahal UD Sion tidak pernah diundang rapat sebagai supplier dan tidak punya izin sebagai supplier bahan bangunan. Sementara PPK menolak dan harus survei ulang,” jelas salah satu pengurus KMPS, menolak ditulis namanya, saat ditemui Selasa (23/6/2020).

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Pengurus Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola (KMPS) di beberapa desa pelaksana Program Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni (Berarti) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berniat mengundurkan diri.

“Kami bingung, mau ikut perintah dan arahan yang mana? Kadis PRKPP arahkan harus memilih UD Sion sebagai supplier bahan bangunan. Padahal UD Sion tidak pernah diundang rapat sebagai supplier dan tidak punya izin sebagai supplier bahan bangunan. Sementara PPK menolak dan harus survei ulang,” jelas salah satu pengurus KMPS, menolak ditulis namanya, saat ditemui Selasa (23/6/2020).

Ia juga menjelaskan sejak Februari 2020 sampai Juni 2020, uang belum dicairkan Kantor Dinas PRKPP. Akibatnya pengurus bekerja tanpa uang operasional dan terpaksa meminta bantuan dari warga untuk ongkos beli ATK.

“Sementara ada supplier yang sudah berani menurunkan bahan bangunan di rumah-rumah penduduk. Sudah begitu, bahan bangunan seperti batako yang diturunkan kualitas buruk, jumlah item bahan bangunan seperti semen dan besi kurang banyak. Pokoknya amburadul,” tambahnya.

Di beberapa desa para KMPS mengaku belum ada kontrak kerja dengan supplier karena masalah yang sama. Sebagian desa sudah ada kontrak kerjanya tapi bahan bangunan tahap 1 belum diterima.

Puncaknya, beberapa pendamping teknis menulis surat pengunduran diri dan menyerahkan kepada Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes. Namun Bupati TTU menolak surat pengunduran diri tersebut. Ia justru meminta pendamping teknis untuk terus bekerja membantu masyarakat.

Menanggapi kekecewaan pengurus KMPS dan pendamping teknis, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes melalui akun pribadi facebook-nya, menulis di grup facebook Biinmaffo News, bahwa ia sangat kecewa dengan kinerja Kadis PRKPP Kabupaten TTU, Anton Kapitan.

“Sejak awal, penunjukan supplier sudah tidak sesuai mekanisme. Apalagi pengurus kerja tanpa uang operasional lantaran dana belum cair,” komentar Raymundus Sau Fernandes.

Namun warganet menanggapi cuitan Bupati TTU di akun pribadinya itu sebagai upaya membela diri dan pencitraan semata. Padahal sebenarnya menunjukkan kelemahan pemimpin tidak berkoordinasi baik dengan kepala dinas PRKPP. Itu upaya cuci tangan, demikian komentar warganet.

“Mungkin dana Rp 29 miliar itu masih dibungakan di bank dulu. Lumayan buat bagi-bagi,” komentar warganet lainnya.(jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements