Diduga Ada Konspirasi Melindungi Sirilus Seran di Balik Gugatan Terhadap Rektor Unimor

Advertisements

Melkianus Takoy, SH

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Melkianus Takoy, SH, menduga ada konspirasi buruk di balik gugatan perdata terhadap kliennya Rektor Universitas Timor (Unimor), Dr. Ir. Stefanus Sio, MP.

Dugaan ini mencuat terkait gugatan perdata terhadap Rektor Unimor Stefanus Sio, yang dilakukan Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) sebagai pendiri Unimor tentang sisa dana hibah sebesar sebesar Rp1,7 miliar di rekening Rektor Unimor.

“Saya menduga keras ada konspirasi buruk untuk menyelamatkan atau melindungi mantan Rektor Unimor Prof Dr. Sirilus Seran,” tulis Melkianus Takoy, SH dalam dupliknya terhadap replik Sandinawa sebagai para penggugat.

Dugaan ini berlandaskan kepada beberapa fakta hukum sebagai berikut.

Pertama, mantan Rektor Unimor Prof Dr Sirilus Seran tidak dijadikan tergugat. Padahal buku rekening berisikan sisa dana hibah Rp 1,7 miliar dipegang dan dikuasai Sirilus Seran. Dan sampai sekarang buku rekening itu tidak dikembalikan ke Unimor.

“Saya menduga keras ada konspirasi buruk untuk menyelamatkan atau melindungi mantan Rektor Unimor Prof Dr. Sirilus Seran,” tulis Melkianus Takoy, SH dalam dupliknya terhadap replik Sandinawa sebagai para penggugat.

Kedua, sungguh heran kenapa para penggugat tidak menggugat mantan Rektor Unimor Sirilus Seran saat ia masih menjabat dan menguasai beberapa aset milik Sandinawa, diantaranya dana hibah Rp 1,7 miliar, yang hingga berakhir masa jabatannya tidak ada laporan pertanggungjawabannya.

Ketiga, sejak diangkat sebagai Rektor Unimor, Dr Stefanus Sio tidak pernah memegang objek sengketa berupa rekening yang berisikan sisa dana hibah dari Sandinawa kepada Unimor sebesar Rp 1,7 miliar.

Sebelumnya diberitakan, Yayasan Pendidikan Cendana Wangi (Sandinawa) sebagai pendiri Universitas Timor (Unimor) menggugat Rektor Unimor, Dr. Ir. Stefanus Sio, M.P, ke Pengadilan Negeri (PN) Kefamenenu.

BACA JUGA:  Inilah Nomor Urut Paslon Bupati dan Wabup di Kabupaten Kupang

“Benar. Sandinawa menggugat Rektor Unimor. Sebab Unimor tidak mengembalikan uang milik Sandinawa sebesar Rp 1.783.675.394 (satu miliard tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah),” jelas Magnus Kobesi, SH, selaku kuasa hukum Sandinawa.

Kobesi menjelaskan sebelumnya Unimor berstatus perguruan tinggi swasta (PTS) yang didirikan Sandinawa. Namun dalam perjalanan, Unimor diambilalih oleh pemerintah dan dijadikan perguruan tinggi negeri (PTN) sejak tanggal 6 Oktober 2014.

Terkait pengalihan status itu, Sandinawa sebagai pendiri meminta Rektor Unimor mengembalikan sejumlah aset yang masih dikuasai manajemen Universitas Negeri Timor (Unimor).

Manajemen lalu mengembalikan sejumlah aset berupa 650 buah kursi, 1 (satu) unit mobil kijang dan 1 (satu) unit mobil Toyota Innova.

“Namun sisa dana sebesar Rp 1.783.675.394(satu miliard tujuh ratus delapan puluh tiga juta, enam ratus tujuh puluh lima ribu tiga ratus sembilan puluh empat rupiah) yang berada di rekening Rektor Unimor, belum dikembalikan,” beber Magnus Kobesi. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements