Didemo Sampai Sore, Akhirnya Kapolda NTT Bersedia Terima Laporan Polisi Kelompok Cipayung Plus

Advertisements

Buktinya Kelompok Cipayung Plus menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi (ST2LP) bernomor: STTL/267/IX/1.24/2021/SPKT Polda NTT tanggal 2 September 2021 yang ditandatangani oleh Kepala SKPT Polda NTT, AKP Made Mudana. Sedangkan terlapornya adalah Gubernur NTT, Victor B Laiskodat.

Aksi demo Kelompok Cipayung Plus Kota Kupang di depan Markas Polda NTT, Kamis (2/9/2021)

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif, akhirnya melunak dan bersedia menerima Laporan Polisi (LP) Kelompok Cipayung Plus, saat didemo Kamis (2/9/2021) siang hingga sore.

Laporan Polisi (LP) itu terkait pesta dan jogetan heboh di Pantai Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, hingga menimbulkan kerumunan, Jumat (27/8/2021) pekan lalu.

Acara kepemerintahan yang digelar di tepi pantai itu mendapat protes keras dari hampir seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat menilai acara itu bisa digelar secara online (daring), sebab masih dalam masa PPKM level 4. Namun ternyata dilanggar Pemprov NTT dengan menggelarnya secara of line, sehingga menimbulkan kerumunan dan melukai rasa keadilan publik.

Dalam proses negosiasi saat digelar aksi demo, beberapa perwira Polda NTT bersedia menerima tuntutan Kelompok Cipayung Plus.

Buktinya Kelompok Cipayung Plus menerima Surat Tanda Terima Laporan Polisi (ST2LP) bernomor: STTL/267/IX/1.24/2021/SPKT Polda NTT tanggal 2 September 2021 yang ditandatangani oleh Kepala SKPT Polda NTT, AKP Made Mudana. Sedangkan terlapornya adalah Gubernur NTT, Victor B Laiskodat.

Sebelumnya Polda NTT menolak laporan polisi (LP) Kelompok Cipayung Plus Kota Kupang, Selasa (31/8/2021) siang dengan alasan masalah itu domainnya Satgas Covid-19 Provinsi NTT. Para mahasiswa pun menjadi geram dan menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda NTT, Kamis siang.

“Kami akan ikuti terus, agar laporan polisi yang sudah kami buat itu diproses sampai tuntas,” tandas Kelompok Cipayung Plus usai menggelar aksi demonstrasinya.

BACA JUGA:  Dua Oknum Polisi Diduga Selundupkan 200 Kilogram Kayu Cendana dari Timor Leste

Sebelumnya diberitakan, sejumlah organisasi kemahasiswaan di Kota Kupang, yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus, mengancam akan mengerahkan massa sebanyak 1.000 orang untuk ‘mengepung’ Markas Polda NTT, Kamis (2/9/2021) pagi.

Ancaman aksi demonstrasi dilakukan Cipayung Plus menyusul Polda NTT menolak Laporan Polisi (LP) terkait dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan oleh sejumlah pejabat daerah, saat menggelar pesta dan jogetan heboh di Pulau Semau, Jumat 27 Agustus 2021 lalu.

“Sehubungan dengan adanya dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) yang dilakukan Pemprov NTT di Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, maka kami yang tergabung dalam Cipayung Plus akan melakukan aksi demonstrasi ke Polda NTT dengan jumlah massa aksi 1000 orang,” demikian bunyi pernyataan Cipayung Plus yang diterima wartawan, Rabu (1/9/2021) malam.

Aksi demonstrasi akan berlangsung sejak pukul 08:00 Wita. Sebelum menggelar aksi demonstrasi, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di marga juang Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang, Ibnu Tokan menegaskan, Polda NTT telah gagal menjalankan tugasnya sebagai aparat penegak hukum, karena tahu dan mau membiarkan para pejabat menggelar pesta dan melanggar protokol kesehatan.

Dia bahkan meminta Kapolri untuk segera mencopot Kapolda NTT dari jabatannya. “Karena telah gagal menjalankan equality before the law,” tandas Ibnu Tokan.

Dia menyebut, Polda NTT telah menunjukan sikap anti demokrasi, karena menolak laporan masyarakat. Dalam UU sudah jelas bahwa, Kepolisian wajib menerima laporan dan menindaklanjuti laporan sesuai UU yang berlaku.

“Sehingga Cipayung Kota Kupang akan kembali mendatangi Polda NTT untuk menggelar aksi demonstrasi dengan mobilisasi massa, guna menuntut kejelasan terkait penanganan dugaan pelanggaran Prokes oleh sejumlah pejabat di NTT,” pungkas Ibnu.

BACA JUGA:  Buntut Dugaan Pelanggaran Prokes, Kapolda NTT Tolak Terbitkan Izin Keramaian Festival Semau 2021

Kelompok Cipayung Plus terdiri dari sejumlah organisasi diantaranya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Indonesia (PMKRI). (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements