Diancam Warganet, Jokowi Putuskan Tidak Pulangkan 689 Combatan ISIS

Advertisements

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris, bahkan tidak akan memulangkan foreign terrorist fighter (FTF) ke Indonesia,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD yang berbicara mewakili Presiden Jokowi usai Rapat Terbatas Kabinet, sebagaimana dilansir dari cnnindonesia, Selasa petang.

JAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan tidak akan memulangkan 689 combatan (pejuang) ISIS eks WNI.

Keputusan ini diambil setelah wacana pemulangan itu menjadi topik perdebatan politik di media massa selama hampir 3 minggu. Umumnya warganet yang terlibat diskusi di medsos mengecam rencana pemulangan tersebut.

Keputusan Jokowi ini diambil setelah ia membahas wacana penolakan itu dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) dengan sejumlah kementerian di Istana Kepresidenn di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020) siang.

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris, bahkan tidak akan memulangkan foreign terrorist fighter (FTF) ke Indonesia,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD sebagaimana dilansir dari cnnindonesia, Selasa petang.

BACA JUGA: https://halamansembilan.com/pemerintah-hitung-untung-rugi-pulangkan-660-combatan-isis-dari-suriah-bagaimana-pendapat-anda/

Dari data terbaru, kata Mahfud, terdapat 689 WNI eks ISIS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Suriah dan Turki. Sebelumnya disebutkan ada 660 WNI. Mahfud mengatakan, keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan keamanan bagi ratusan juta penduduk di Indonesia.

“Keputusan rapat tadi pemerintah harus beri rasa aman dari ancaman teroris dan virus-virus baru terhadap 267 juta rakyat Indonesia. Karena kalau FTF ini pulang bisa jadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta tidak aman,” katanya.

Kendati demikian, Mahfud mengatakan pemerintah masih akan mendata jumlah valid WNI eks ISIS dan identitas secara lengkap. Sementara untuk kepulangan anak-anak akan dipertimbangkan kembali.

“Untuk anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case. Ya lihat aja apakah ada orang tuanya atau tidak, yatim piatu,” ucapnya.

Wacana pemulangan WNI eks ISIS menjadi perdebatan publik. PBNU menyatakan menolak tegas rencana pemerintah untuk memulangkan eks kombatan ISIS. Menurut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, tindakan WNI bergabung dengan ISIS bertentangan dengan Pancasila.

Bahkan Menteri Agama RI, Fachrul Razi, menjadi korban bully yang menyakitkan setiap hari di medsos. Ia dikecam karena lebih menaruh perhatian kepada eks WNI ISIS dari pada mengurus peristiwa dan perbuatan intoleransi yang kini terjadi di beberapa daerah di Indonesia. (k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements