Di Desa Maurisu Selatan: 1 Zak Semen Untuk Cetak 70 Batako Kualitas Buruk

Advertisements

#Proyek Bedah Rumah di TTU Amburadul

“Ini batako kita tidak tahu siapa punya. Katanya diturunkan dari Oenak Kecamatan Noemuti. Tahap pertama harusnya diturunkan 800 buah batako tapi ini hanya diturunkan 400 batako saja. Saat kasih turun juga kami tidak tahu, kami ada di sawah. Bagaimana kita tahu jumlahnya 400 buah kalau tidak ada yang mengawas saat batako diturunkan. Ditambah lagi banyak batako hancur”, jelas Silvester Kefi dengan nada kesal.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Pendropingan batako kualitas buruk untuk proyek bedah rumah rakyat tidak layak huni (Bersinar) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terjadi juga dibeberapa desa. Di Desa Maurisu Selatan, Kecamatan Bikomi Selatan, tukang memakasi 1 zak semen untuk memproduksi 70 buah batako sehingga kualitasnya sangat buruk.

Di desa ini ada 41 KK yang mendapat bantuan bedah rumah. Namun mereka mengeluh karena supplier mendroping batako kualitas buruk.

“Dipegang saja, batakonya sudah pecah. Jika dipakai bangun rumah, pasti akan ambruk,” Palkorus Tnomel, bendahara pelaksana Proyek Berarti di Desa Maurisu Selatan.

“Ini batako kita tidak tahu siapa punya. Katanya diturunkan dari Oenak Kecamatan Noemuti. Tahap pertama harusnya diturunkan 800 buah batako tapi ini hanya diturunkan 400 batako saja. Saat kasih turun juga kami tidak tahu, kami ada di sawah. Bagaimana kita tahu jumlahnya 400 buah kalau tidak ada yang mengawas saat batako diturunkan. Ditambah lagi banyak batako hancur”, jelas Silvester Kefi dengan nada kesal.

Ia menegaskan menolak menggunakan batako tersebut. Sebab kualitasnya buruk. Dan meminta supplier mengganti batako dengan kualitas baik.

“Apalagi kami tidak dikasih pegang RAB dan Daftar Rencana Belanja Bahan Bangunan. Bagaimana kami bisa kontrol dan periksa bahan bangunan yang didroping itu?” tukasnya dengan nada tanya.

Warga lain mengatakan, ada satu unit mesin cetak Batako milik CV Kramat Jati di Maurisu Selatan. Dipakai untuk memproduksi batako.

“Kami tanya pekerjanya, mereka bilang satu zak semen dipakai untuk memproduksi 70-an batako. Jadi tidak heran kalau kualitas batako sangat buruk,” tambahnya.

Warga juga mengungkapkan di Maurisu Tengah dan Maurisu Utara, supllier mendroping hanya 40 zak semen dari seharusnya 50 zak semen per KK. Begitu juga besi ukuran 8 dan 10 mm, didroping tidak lengkap.

“Terpaksa warga meminjam semen dan besi di tetangga lain untuk membangun pondasi rumah. Sangat kacau sekali,” ungkap warga.

Direktur CV Kramat Jati, Asan, yang dikonfirmasi membenarkan ada batako yang rusak setelah tiba di lokasi pendropingan.

“Dari Noemuti ke Maurisu, jalannya sangat buruk. Kedua, saat droping terjadi hujan. Sehingga batako rusak dan pecah. Kami janji akan ganti dengan batako yang baik. Kami tidak mau bikin susah rakyat,” jelas Asan.

Sesuai informasi yang diterima media ini, untuk desa Maurisu Selatan Program Berarti ini dikerjakan Supplier dari CV Kramat Jati. Desa Maurisu Tengah, Toko Duta Bangunan dan Desa Maurisu Utara, UD Sion.

Diketahui, khusus untuk Kecamatan Bikomi Selatan, terdata penerima bantuan sebanyak 115 KK dengan rincian, desa Maurisu Utara 18 KK, Maurisu Tengah 56 KK dan Maurisu Selatan 41 KK. Total anggaran pelaksanaan Program Berarti di tiga desa tersebut sebesar Rp2 miliar 875 juta.

Keseluruhan anggaran untuk pembangunan rumah bantuan di 25 desa yang tersebar di Kabupaten TTU sebesar Rp29 miliar dan per KK berhak atas Rp25 juta untuk bangun baru rumah berukuran 6 x 8 meter. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements