Dalam Sepekan, Tiga Warga NTT Hilang Diseret Gelombang Laut

Advertisements

Bencana yang terjadi di lautan lepas ini, menurut BMKG, diakibatkan menguatnya siklus 2 bibit siklon tropis. Dua bibit siklon tropis ini menyebabkan intensitas hujan meningkat dan angin kencang melanda lautan dan dan daratan di NTT.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Dalam sepekan terakhir, tiga warga Nusa Tenggara Timur (NTT) hilang diseret gelombang laut yang ganas dan angin kencang.

Tiga warga yang tewas itu diantaranya Aji Jibrail Daud (24), warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ia hilang ditelan ombak di Teluk Kupang, Pantai Panmuti-Noelnaki.

Berikutnya, Ferry Koro (50), warga Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Waingapu, Sumba Timur; ia hilang diseret gelombang di Pantai Lapori, Sumba Timur.

Selanjutnya, seorang bayi bernama Azim berusia 1 tahun. Bayi ini lepas dari genggaman tangan ibunya, ketika sang ibu bersama 22 warga Pulau Ende, Kecamatan Pulau Ende tenggelam di laut saat hendak menyeberang ke Desa Raporendu, Numba, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

BACA JUGA:

Warga lainnya berhasil diselamatkan, namun sang bayi lepas dari dekapan ibunya.

Advertisements

Advertisements

Advertisements