Curiga Istrinya Tewas Diracuni Pakai Air Aki, Michael Fallo Bacok Leher Kakek Benu Hingga Putus

Advertisements

“Saya dendam. Karena saya curiga istri saya mati tahun 2020 lalu karena diracuni pakai air aki oleh dia (kakek Yulius Benu, Red),” jelas Michael Fallo ketika ditanya wartawan apa motifnya ia membunuh.

Ilustrasi

SOE, HALAMANSEMBILAN.COM – Michael Fallo membacok leher kakek Yulius Benu (58) tetangganya, hingga lehernyanya putus, Sabtu (9/1/2021).

Jasad kakek Benu tanpa kepala ditemukan di Kawasan Hutan Besasoka, Desa Oeekam, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Jasadnya ditemukan pertama kali oleh Kepala Dusun II, John Tenis. Lalu dilaporkan ke Kapospol Noebebas, Aipda Otnial Oematan. Kemudian diteruskan ke Polsek Amanuban Selatan.

“Saya dendam. Karena saya curiga istri saya mati tahun 2020 lalu karena diracuni pakai air aki oleh dia (kakek Yulius Benu, Red),” jelas Michael Fallo ketika ditanya wartawan apa motifnya ia membunuh.

Michael Fallo juga mengungkapkan ia juga dendam karena korban sering memindahkan patok batas tanah di ladang. Sebab keduanya juga berbatasan tanah ladang di Kawasan Hausisi.

Saat berpapasan di jalan, dekat Kawasan Hutan Besasoka, Michael Fallo mengajak korban bercakap-cakap sambil makan sirih pinang.

“Saat dia santai, saya bacok lehernya hingga putus,” tukasnya tanpa beban.

Selanjutnya, kisah Michael Fallo, kepala korban dia bungkus pakai jaket korban. Kemudian disembunyikan di sebuah lubang gua, dekat sebuah sungai. Jaraknya dengan TKP sekitar 15 kilometer.

“Supaya orang tidak kenal jasad korban,” katanya beralasan.

Parangnya dibersihkan di air sungai, lalu disembunyikan di bawah tumpukan kayu cendana, dekat dapur milik kerabatnya.

Tapi Michael Fallo lupa membuang dan menyingkirkan saku sirih pinang milik korban. Dibiarkan tergeletak di TKP. Dalam saku itu ada E-KTP milik korban.

Berdasarkan bukti E-KTP itulah, polisi berhasil mengungkapkan identitas mayat tanpa kepala tersebut. Ternyata adalah Yulius Benu, warga RT 01 RW 02 Dusun I, Desa Oeekam, Kecamatan Neobeba. (k-2)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements