Bupati Alor Diduga Hina dan Ancam Tembak Mati Seorang Kolonel TNI/AD

Advertisements

Pangdam IX/Udayana Perintah Harus Proses Hukum

“Iya benar. Laporan yang masuk ke saya, memang ada ancaman tembak mati dan penghinaan dengan kata-kata tidak pantas. Karena sudah pendekatan dua kali oleh Kodim 1622/Alor dan Korem 161/Wira Sakti Kupang untuk diselesaikan secara damai, tapi bupatinya tidak menanggapi dan menutupi diri, maka saya perintahkan segera proses hukum,” jelas Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kurnia Dewantara, di Kupang, Kamis (26/10/2020) lalu.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kasie Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI. Imanuel Yoram Dionisius Adoe dihina dengan kata-kata sangat tidak pantas dan diancam ditembak mati oleh Drs. Amon Djobo, Bupati Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa ini terjadi Jumat, 16 Oktober 2020 lalu. Namun informasinya sengaja disembunyikan dari para wartawan. Sebab pihak Kodim 1622/Alor dan Korem 161/Wira Sakti Kupang berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan.

Namun karena Bupati Alor bersikeras tidak mau menanggapi upaya penyelesaian secara kekeluargaan dari pihak TNI/AD, kasus ini akhirnya diungkapkan ke publik dan sampai juga ke telinga wartawan.

“Iya benar. Laporan yang masuk ke saya, memang ada ancaman tembak mati dan penghinaan dengan kata-kata tidak pantas. Karena sudah pendekatan dua kali oleh Kodim 1622/Alor dan Korem 161/Wira Sakti Kupang untuk diselesaikan secara damai, tapi bupatinya tidak menanggapi dan menutupi diri, maka saya perintahkan segera proses hukum,” jelas Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kurnia Dewantara, di Kupang, Kamis (26/10/2020) lalu.

Menurut Pangdam IX/Udayana, peristiwa itu sangat disayangkan terjadi dan dilakukan seorang pejabat pemerintah terhadap seorang perwira menengah TNI/AD berpangkat kolonel.

“Sangat menyakitkan dan sangat disayangkan bisa terjadi seperti itu. Seorang pejabat pemerintah seharusnya menjaga mulutnya dalam bertutur kata serta mengendalikan sikapnya dalam bertindak. Kasus ini harus diselesaikan secara hukum untuk memberi efek jera,” tandas Mayjen Kurnia Dewantara.

Kasus penghinaan dan pengancaman itu sudah dilaporkan secara resmi ke Markas Polda NTT, yang dibuktikan dengan laporan polisi bernomor: LP/B/423/X/RES. 1.24/2020/SPKT tertanggal 19 Oktober 2020.

Kronologi

Informasi yang dihimpun wartawan di Markas Korem 161/Wira Sakti Kupang menyebutkan, Kasie Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI Imanuel Yoram Dionisius Adoe melakukan kunjungan kerja ke Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor, dua pekan lalu.

Tujuannya mengurus segala sesuatu terkait tanah milik TNI yang dihibahkan Pemkab Alor. Namun karena lahan itu sebagian juga menjadi milik Polri, maka diadakan koreksi oleh Pemkab Alor bersama pihak Korem 161/Wira Sakti.

Entah kenapa, Bupati Alor tiba-tiba menjadi sangat berang lalu menelpon ke hotel, tempat Kasie Log Korem 161 Kupang Kolonel CPI Imanuel Yoram Dionisius Adoe dan rombongan sedang beristirahat. Ia juga menelpon Dandim 1622/Alor, Letkol Inf Supyan Munawar.

Dalam percakapan telepon itu, Bupati Alor diduga telah menghina Kasie Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI Imanuel Yoram Dionisius Adoe dengan kata-kata tidak pantas serta mengancam menembak mati.

Atas ancaman itu, Dandim Alor Letkol Inf Supyan Munawar memerintahkan anak buahnya mengevakuasi Kasie Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI Imanuel Yoram Dionisius Adoe dari hotel dan menerbangkan kembali ke Kupang sehingga selamat sampai tujuan.

Hingga Minggu (1/11/2020) malam, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, belum berhasil dikonfirmasi soal kasus ini. Ia tidak menanggapi panggilan telepon atau pun pertanyaan melalui pesan singkat. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements