BREAKING NEWS! Kapal Motor Tenggelam di Selat Pukuafu-Rote, 2 Selamat dan 21 Hilang

Advertisements

“Iya benar. Untuk sementara, ada 2 penumpang selamat, 2 meninggal dunia dan 21 orang hilang. Mereka masih dicari Tim Basarnas,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Kupang, Emi Friser, S.E, M.M, kepada wartawan di Kupang, Minggu petang.

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Kapal Motor (KM) Kasih tenggelam di Perairan Pukuafu, Selat Pulau Rote, perbatasan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 14.30 Wita.

“Iya benar. Untuk sementara, ada 2 penumpang selamat, 2 meninggal dunia dan 21 orang hilang. Mereka masih dicari Tim Basarnas,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Kupang, Emi Friser, S.E, M.M, kepada wartawan di Kupang, Minggu petang.

Ia belum merinci nama-nama penumpang yang selamat dan meninggal dunia.

Ditambahkan, KM Kasih meninggalkan pelabuhan rakyat Tablolong, Kabupaten Kupang menuju Rote Ndao, Minggu pagi. Kapal kayu itu membawa 25 penumpang.

“Diduga akibat cuaca buruk dan dihantam gelombang tinggi di selat Pukuafu, dekat Pulau Rote, kapal pun tenggelam,” paparnya.

Pihaknya, lanjut Emi, terus berkoordinasi dengan BPBD Rote Ndao, Syabandar Kupang dan telah diberangkatkan KN SAR Antareja 233 Kulang dengan Jumlah 12 orang ABK, 6 orang Rescuer KPP Kupang menuju lokasi kejadian.

“Memang benar. Ada informasi kapal tenggelam. Dua orang selamat diselamatkan kapal cepat yang melintas di titik koordinat kapal tenggelam,” jelas Kapolres Rote Ndao, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.Ik, via telepon genggamnya, Minggu petang.

Empat Nelayan Hilang di Pantura Timor Tengah Utara

Sementara itu, empat nelayan asal Timor Tengah Utara (TTU) dinyatakan hilang sejak Sabtu (04/07/2020) di Perairan Oepuah, Pantai Utara.

“Empat nelayan kami menghilang sejak kemarin pagi. Mereka keluar dari sini Sabtu pagi, jam 08.00 wita dan biasanya kembali pada pukul 14.00 wita untuk makan siang. Tapi kemarin tidak ada satu pun dari ke empat nelayan yang pulang makan. Sampai Minggu siang ini pun belum ada kabar beritanya”, kata Kepala Desa Mena, Krisantius Taolin, kepada wartawan di Kefamenanu, Minggu (05/07/2020) siang.

Dijelaskannya, keempat nelayan menggunakan perahu ketinting. Mereka adalah Yohanes Banu, Defri Naiheli, Yani Naiheli dan Primus Taunae . Mereka adalah warga RT 05 / RW 02 Dusun Nino, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU.

Kris Taolin berharap Kantor SAR di Kupang membantu pencarian. Sebab pencarian secara yang dilakukan secara sederhana menggunakan kapal-kapal nelayan belum menemukan korban.

“Kami menduga mereka terbawa arus hingga Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, atau perairan sekitar Pulau Sumba,” kata Taolin menduga-duga. (k-1/jude)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements