BREAKING NEWS! Diduga Timsus Cakades Bagi-Bagi Uang, Warga Duduki Kantor Desa Oenenu

Advertisements

“Tadi pagi (Selasa pagi, Red), sekitar jam 07.00 Witeng, saya didatangi Dominika Sena. Dia kasih uang ke saya Rp 100 ribu. Dengan pesan supaya coblos cakades nomor urut 2,” ungkap Yosefina Kefi, seraya menunjukkan dua lembar uang pecahan Rp 50 ribu kepada wartawan.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – Warga beramai-ramai mendatangi Kantor Desa Oenenu, di Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (10/9/2019) siang. Pasalnya, anggota tim sukses (timsus) salah satu calon kepala desa (cakades) membagi-bagikan uang (money politic) kepada beberapa warga.

Warga mendatangi Kantor Desa Oenenu untuk meminta klarifikasi dan penjelasan dari panitia pilkades soal dugaan money politic itu.

Juga menanyakan kenapa cakades nomor 2 yang berinisial KSA, yang tidak mengantongi surat cuti dari Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, diloloskan panitia untuk ikut pilkades yang dijadwalkan Rabu (11/9/2019).

Kantor Desa Oenenu, Bikomi Tengah, TTU

“Tadi pagi (Selasa pagi, Red), sekitar jam 07.00 Witeng, saya didatangi Dominika Sena. Dia kasih uang ke saya Rp 100 ribu. Dengan pesan supaya coblos cakades nomor urut 2,” ungkap Yosefina Kefi, seraya menunjukkan dua lembar uang pecahan Rp 50 ribu kepada wartawan.

BACA JUGA: TONTON VIDEO: Cakades Petahana Desa Oenenu Akui Beri Uang Rp 200 Ribu

Ia mengaku sangat ketakutan ketika menerima uang itu. Ia sempat beralasan takut dimarahi anaknya, kalau menerima uang sogok dari tim sukses. Tapi Dominika Sena terus membujuk dan memastikan telah meminta izin dan restu dari anaknya Yosefina Kefi.

“Lalu dia pulang, saya didatangi keluarga dan mendesak saya untuk melaporkan kepada panitia pilkades soal uang sogok tersebut,” tambah Yosefina Kefi.

Warga beramai-ramai menanyakan kepada panitia pilkades soal dugaan money politic dan surat cuti cakades no urut 2 atas nama KSA. 

Sementara itu, pantauan wartawan, Selasa siang ratusan warga pendukung cakades nomor urut 1 dan nomor urut 3 beramai-ramai mendatangi kantor desa dan menanyakan kasus money politic dan soal surat cuti yang belum dikantongi cakades nomor urut 2 atas nama KSA.

Terjadi keributan di ruang sekretariat panitia pilkades. Sebab cakades nomor 2 dan beberapa anggota panitia menghindar ketika didatangi warga dan wartawan. (jude)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements