Berantas Perampok Ternak di Sumba, Tim Gabungan Polisi, Brimob dan TNI Gelar Patroli Bersama

Advertisements

“Jadi Pemkab Sumba Tengah sudah sepakat bersama TNI /Polri dibantu aparat Brimob dan Satpol PP untuk menggelar patroli bersama, ketika jam malam diberlakukan mulai pukul 21.00 witeng. Ini untuk berantas para perampok ternak, ” jelas Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu kepada para wartawan usai membuka acara Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Senin, (8/7/2019).

Bupati Sumba Tengah, Paulus SK Limu

WAIBAKUL, HALAMANSEMBILAN.COM – Mulai Sabtu (13/7/2019) malam, tim gabungan polisi, Brimob dan TNI dibantu Satpol PP melakukan patroli gabungan di seluruh wilayah di Kabupaten Sumba Tengah.

Selain itu akan diberlakukan jam malam mulai pukul 21.00 witeng. Tidak boleh ada warga yang berkeliaran mulai pukul 21.00 witeng.

“Jadi Pemkab Sumba Tengah sudah sepakat bersama TNI /Polri dibantu aparat Brimob dan Satpol PP untuk menggelar patroli bersama, ketika jam malam diberlakukan mulai pukul 21.00 witeng. Ini untuk berantas para perampok ternak, ” jelas Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu kepada para wartawan usai membuka acara Bursa Inovasi Desa di Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Senin, (8/7/2019).

Warga diminta agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah ketika diberlakukan jam malam. Dan harus dibangun Poskamling do setiap dusun dan desa.

“Jika ada tamu dari luar saat jam malam diberlakukan, dibawa ke pos penjagaan. Harus ditanya tujuannya dan harus ada surat jalan dari kepala desa,” tandas Bupati Paulus.

Ia juga meminta para kepala desa dan lurah untuk mulai menghidupkan pos siskamling dan melakukan penjagaan secara bergilir.

“Kalau ada kades dan lurah yang tidak jalankan perintah ini, akan berhadapan dengan saya. Silahkan kalau mau melawan perintah saya. Pasti saya tindak tegas,” ancam Bupati Paulus.

Sebelumnya diberitakan,  Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus SK Limu, curhat dan mengeluh kepada Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK, sebab dalam tiga bulan terakhir aksi perampok dalam pencurian ternak di wilayahnya semakin menggila.

“Saya tidak tahu kenapa? Kemungkinan cuma dua hal. Pertama, perampoknya yang tidak punya rasa takut kepada aparat TNI/Polri. Kedua, bisa jadi aparat yang kurang berani atau kurang serius memberantas para perampoknya. Mohon maaf ya, jika saya salah. Sebab sampai sekarang tidak ada satu pun perampok yang ditangkap aparat untuk diadili,” keluh Bupati Paulus SK Limu di hadapan Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Thamsil, S.IK, di sela-sela Acara HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Markas Polsek Sumba Tengah, Rabu (10/7/2019).

Aksi perampokan yang semakin menggila, curhat Bupati Paulus, bukan saja menggasak ternak besar yang dipelihara masyarakat seperti kerbau, kuda dan sapi, tetapi ternak kecil seperti babi, kambing dan ayam juga disikat.

Aksi perampokan, lanjut Bupati Paulus, terjadi tidak saja pada malam hari tetapi juga pada siang hari. Dan perampokan melibatkan sekitar 20 – 30 orang pelaku dalam satu gerombolan. (k-8/humas Sumba tengah)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements