Bendungan Raknamo Dapat Lagi Kucuran Dana Rp 98 Miliar

Advertisements

 

RAMPUNG – Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang telah rampung dikerjakan. Proyek ini menelan dana Rp 760 miliar lebih. Dan tahun 2018 ini akan dapat kucuran dana Rp 98 miliar untuk membangun saluran irigasi ke areal persawahan. Foto Repro.

HALAMANSEMBILAN.COM, OELAMASI — Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso mengatakan tahun 2018 ini, Bendungan Raknamo akan dilengkapi saluran irigasi senilai Rp 98 miliar. Dananya sudah siap dikucurkan.

“Tahun ini saluran irigasi langsung dikerjakan. Khan sudah ada desainnya dan dananya. Jadi tidak menunggu lagi. Tahun depan diharapkan sudah rampung,” kata Santoso kepada para awak media usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan Proyek Bendungan Raknamo, Selasa (9/1/2018) petang.

Ditegaskan untuk pembangunan bendungan itu sendiri menelan dana sebesar Rp 760 Miliar. Dan ditambah Rp 98 miliar untuk membangun saluran irigasi hingga menjangkau seluruh areal persawahan sekitar bendungan seluas 1.250 hektar.

“Kalau saluran irigasinya sudah rampung dan sawah-sawah sudah dialiri air, pasti kapasitas tanam dan produksi padi meningkat. Itu harapan dan tujuannya,” tegas Santoso.

BACA JUGAResmikan Bendungan Raknamo, Jokowi Puji Menteri PU dan Pemda NTT

Bendungan Raknamo memiliki kapasitas 14 juta meter kubik dan mampu mengalirkan irigasi ke 1.250 hektar lahan. Bendungan ini juga bisa menjadi sumber air baku di Kabupaten Kupang 100 liter per detik, serta mampu menghasilkan listrik 0,22 megawatt (MW).

Sebelumnya, dalam sambutan peresmian Proyek Bendungan Raknamo, Selasa petang, Presiden Joko Widodo, meminta agar Bendungan Raknamo dilengkapi saluran irigasi. Sehingga petani bisa mengolah sawahnya untuk menyambut musim tanam.

“Saya titip untuk yang satu ini, yaitu irigasi. Kalau bendungan sudah jadi dipastikan sambungan irigasinya ada dan sampai ke sawah,” pinta Jokowi.

Jokowi menyinggung di wilayah lain di Indonesia, ada beberapa bendungan yang sudah dibangun sejak dulu tetapi tidak dilengkapi saluran irigasi. Ia meminta hal ini tidak terjadi di NTT.

“Aceh Barat bendungan ada airnya, irigasinya enggak ada, lha untuk apa? Jangan sampai terjadi di NTT. Sehingga masyarakat betul-betul mendapatkan manfaat jaringan irigasi yang ada dan air mengalir dan bisa dimanfaatkan petani meningkatkan produktivitasnya,” ujar Jokowi. (*)

Laporan & Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here