Belum Lunasi Uang Komite Rp 300 Ribu, Murid SD Diusir dari Ruang Kelas

Advertisements

“Iya benar, ada peristiwa itu kemarin (Senin) siang. Siswinya diusir pulang ke rumah hanya gara-gara belum lunasi uang komite Rp 300 ribu,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, saat dihubungi via ponselnya, Selasa (8/6/2021).

ilustrasi

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Yohana Aurel Ririn, siswi kelas 2 di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jawang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diusir dari ruang kelasnya oleh pihak sekolah, Senin (7/6/2021).

Padahal saat itu siswi tersebut sedang mengikuti ujian sekolah. Korban adalah pasangan

“Iya benar, ada peristiwa itu kemarin (Senin) siang. Siswinya diusir pulang ke rumah hanya gara-gara belum lunasi uang komite Rp 300 ribu,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, saat dihubungi via ponselnya, Selasa (8/6/2021).

“Mestinya itu tidak boleh terjadi. Tidak boleh diusir. Hak siswi itu untuk belajar dan ikut ujian. Sedangkan urusan tunggakan uang komite adalah kewajiban orangtua. Bisa disepakati untuk dicari solusi kapan saja,” tandas Teto.

Ia mengaku geram karena Kepsek SD Katolik Jawang, Aleksius Nambung, tidak bijaksana dan tidak kreatif mencari solusi.

“Nanti saya panggil untuk minta pertanggungjawaban dari Kepsek,” tandas Teto.

Ia menegaskan, siswi yang diusir itu harus kembali masuk sekolah dan menyelesaikan ujian sekolah. Sebab itu adalah haknya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Jawang, Aleksius Nambung, belum berhasil dikonfirmasi. Telepon genggamnya tidak aktif.

“Masalah sudah diselesaikan dengan baik. Siswa disuruh masuk sekolah untuk ikut ujian pada hari berikutnya. Dan orangtua berjanji akan melunasi uang komite,” jelas salah satu guru saat dihubungi terpisah via ponselnya. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements