Begini Pendapat Ahli Tentang Kapal Selam KRI Nanggala 402, Yang Belum Juga Ditemukan Setelah 72 Jam

Advertisements

Kedua, Nanggala jatuh ke “crush depth” menyebabkan kapal dan seluruh awaknya mengalami implosion, ledakan ke dalam, remuk, ringsek.

Ketiga, Nanggala terseret arus cabang Arlindo ke Selat Lombok lalu dibuang ke Samudra Hindia oleh Arlindo.

Apakah ketiga kemungkinan itu bisa saja tidak terjadi? Bisa saja, namanya kemungkinan.

Tetapi bahwa umur Nanggala sudah kritis untuk laik selam (sertifikat laik selam sampai Maret 2022), kapasitas darurat oksigen bertahan dalam 72 jam, perairan utara Bali punya dasar laut berupa lereng sedalam 300-1300 m, perairan ini secara geomorfologi bawah laut menjadi tempat arus cabang Arlindo berputar, dan di sebelah timurnya adalah tempat Arlindo melintas adalah fakta-fakta.

Semakin lama Nanggala tidak ditemukan, akan semakin buruk kondisi yang terjadi. Tetapi mari kita mengharapkan yang baik yang akan terjadi meskipun secara logika sulit.

Kasus-kasus di luar logika telah beberapa kali terjadi bukan, mungkin kita pun pernah mengalaminya. Biarlah kehendak Tuhan saja yang terjadi. Manusia berusaha dan berdoa. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements