Begini Motif dan Kronologinya Sampai Kepsek Tewas Ditikam Orang Tua Murid

Advertisements

“Pasalnya, tersangka DD murka karena anaknya disuruh pulang kembali ke rumah karena belum melunasi uang komite sebesar Rp 1,7 juta. Padahal anaknya sedang mengikuti ujian untuk kenaikan kelas,” jelas Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai yang dihubungi via ponselnya dari Kupang, Rabu (9/6/2021) malam.

Ny. Adelfina Azi (59), Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo,dilrikan ke Puskesmas Nangaroro oleh warga usai ditikam orangtua murid, Selasa (8/6/2021) pagi. Foto Istimewa

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Ny. Adelfina Azi (59), Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Ndora, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT akhirnya meninggal dunia di RSUD Ende, Rabu (9/6/2021) pagi.

Lalu apa motif dan bagaimana kronologinya sampai terjadi peristiwa naas yang membuat dunia pendidikan di NTT dan Indonesia berkabung?

Korban meninggal dunia setelah sehari sebelumnya, Selasa (8/6/2021) ditikam pakai pisau sangkur oleh orangtua siswa berinisial DD (45).

“Pasalnya, tersangka DD murka karena anaknya disuruh pulang kembali ke rumah karena belum melunasi uang komite sebesar Rp 1,7 juta. Padahal anaknya sedang mengikuti ujian untuk kenaikan kelas,” jelas Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai yang dihubungi via ponselnya dari Kupang, Rabu (9/6/2021) malam.

Tentang kronologinya, Kapolres Hendrik Fai menguraikan, bermula dari keputusan pihak sekolah mengeluarkan anak korban dari ruang kelas dan menyuruh pulang ke rumah.

“Pasalnya anak tersangka belum melunasi uang komite sebesar Rp 1,7 juta dari tunggakan kewajiban beberapa bulan. Padahal saat itu anak tersangka sedang mengikuti ujian kenaikan kelas,” jelas Kapolres Hendrik Fai.

Tersangka pelaku berinisial DD (45) dibawa ke Polres Nagekeo. Foto Istimewa

Usai mendengar tangisan dan pengaduan anaknya, tersangka bergegas menuju rumah Kepala Desa Ulupulu, Emilianus Meze. Ia curhat soal masalah anaknya dan ketiadaan uang melunasi uang komite sekolah. Tersangka beralasan belum punya pekerjaan akibat ditimpa pandemi Covid-19.

Karena tidak mendapatkan bantuan dan solusi, diam-diam tersangka meraih pisau sangkur milik kepala desa yang digantung di dinding tembok rumah kepala desa.

Di sekolah tersangka mengancam para guru. Lalu ditenangkan dan disuruh duduk di samping ibu kepala sekolah. Dan diminta menjelaskan kenapa mengancam para guru.

Tiba-tiba tersangka naik pitam ketika ibu kepala sekolah mengancam akan melapor polisi jika masih mengancam para guru dengan pisau.

Secepat kilat, pisau sangkur yang dipegangnya ditikamkan ke perut sebelah kanan korban hingga jatuh tersungkur di lantai.

Tersangka lalu melarikan diri. Ia masih sempat menitipkan pisau sangkur itu ke penjaga sekolah. Lalu bersembunyi di rumah salah satu warga sekitar sekolah.

Lalu warga mengantar tersangka ke Polsek Nangaroro untuk menyerahkan diri.

Sedangkan korban dilarikan ke Puskesmas Nangaroro. Karena luka tusukannya parah, kemudian dirujuk ke RSUD Ende. Namun Rabu (9/6/2021) subuh, korban meninggal dunia.(*/k-1)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements