Astaga! Ibu Kepsek Perintah Pak Wakasek ‘Rapat Dinas’ di Kamar Hotel

Advertisements

“Saya menunggu, kok lama sekali rapatnya. Sampai pukul 02.00 WIB dinihari, rapat dinasnya di kamar hotel itu kok belum bubar? Saya curiga lalu lalu lapor ke polisi pamong praja. Dan kami langsung gerebek sekitar pukul 04.00 WIB. Di dalam kamar mereka telanjang bulat. Kok rapat dinas pakai acara lepas baju dan celana?” tukas WH terheran-heran.

Ilustrasi bezinah di kamar hotel

BANDA ACEH, HALAMANSEMBILAN.COM – Nyonya AW (43), oknum kepala sekolah (Kepsek) sebuah SMA di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, ditangkap bersama sang wakil kepala sekolahnya berinisial HO, seorang pria berusia 35 tahun di kamar sebuah hotel di Kawasan Jalan TP Polem Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (27/10/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Saya curiga, membaca isi pesan WhatsApp istri saya kepada seorang pria. Isinya supaya malam ini harus rapat dinas. Saat saya tanya istri, dia bilang rapat bersama wakil kepala sekolah. Jadi saya tidak persoalkan lagi. Tapi kok hati ini tidak tenang?” kisah WH, suami dari Nyonya AW kepada para wartawan.

Karena merasa gusar, diam-diam WH membuntuti istrinya AW. Ternyata istrinya menuju ke sebuah hotel di Jalan TP Polem Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Istrinya membooking satu kamar.

Sejenak kemudian datanglah HO, yang dikenal WH memang adalah staf atau bawahan sang istrinya yang menjabat sebagai wakil kepsek di sekolah yang sama.

“Saya menunggu, kok lama sekali rapatnya. Sampai pukul 02.00 WIB dinihari, rapat dinasnya di kamar hotel itu kok belum bubar? Saya curiga lalu lalu lapor ke polisi pamong praja. Dan kami langsung gerebek sekitar pukul 04.00 WIB. Di dalam kamar mereka telanjang bulat. Kok rapat dinas pakai acara lepas baju dan celana?” tukas WH terheran-heran.

Ia menegaskan tetap memperkarakan kasus ini baik melalui proses hukum positif lewat pengadilan. Termasuk hukum cambuk bagi sang istri dan selingkuhannya sebagaimana diatur dalam hukum Syariah di Aceh.

Muhammad Yanis, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Jaya, Provinsi Aceh, kecewa dan menyesalkan atas penangkapan salah seorang oknum kepala sekolah disalah satu SMA yang melakulan sikap amoral dengan wakilnya di salah satu kamar hotel di Banda Aceh, pekan lalu.

“Sudah ada info masuk soal kedua orang itu. Dan sudah diperintahkan ke pengawas sekolah supaya kedua orang itu dipisahkan. Jangan bertugas sama-sama di sekolah. Tapi karena tidak punya bukti, pengawas tidak berani ambil keputusan. Sekarang sudah ada bukti nyata. Kemungkinan terburuk pasti akan diterima,” jelas Yanis, sebagaimana yang dikutip dari Antara. (k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements