Astaga! Bupati Intan Jaya Bilang Dana Desa Dipakai KKB Papua untuk Beli Senjata di Pasar Gelap

Advertisements

“Anggota KKB sudah tahu kapan dana desa dicairkan. Dan mereka sudah menunggu di kampung. Begitu bendahara tiba, mereka paksa minta sebagian. Mereka juga ancam kepala kampung (kades),” jelas Natalis Tabuni kepada para wartawan di Jayapura, Rabu (4/11/2020) lalu.

PAPUA, HALAMANSEMBILAN.COM – Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni, menyebut penyaluran dana desa ke desa-desa justru dimanfaatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk membeli senjata di pasar gelap.

“Anggota KKB sudah tahu kapan dana desa dicairkan. Dan mereka sudah menunggu di kampung. Begitu bendahara tiba, mereka paksa minta sebagian. Mereka juga ancam kepala kampung (kades),” jelas Natalis Tabuni kepada para wartawan di Jayapura, Rabu (4/11/2020) lalu.

Dia menjelaskan, di Papua Pemda setempat tidak diberi wewenang untuk mengontrol arus masuk keluar dana desa.

“Bayangkan saja di Kabupaten Intan Jaya ada ratusan desa. Misalkan setiap desa KKB minta jatah Rp 10 juta, maka mereka sudah bisa punya banyak senjata dari uang dana desa. Ini sangat menakutkan,” keluh Natalis Tabuni.

Ia juga meminta TNI/Polri untuk mengawasi peredaran senjata api di pasar gelap.

“Di Intan Jaya banyak sekali senjata yang dijual bebas di pasar gelap. Juga banyak peluru. Saya minta aparat untuk membersihkan peredaran senjata di pasar gelap,” tukasnya.

Meski KKB punya banyak uang, lanjutnya, jika tidak ada pasokan senjata ilegal di pasar gelap, maka konflik dengan senjata bisa diredam. (k-1/ist)

Editor: Ade

Advertisements

Advertisements

Advertisements