ASTAGA! Bupati Ini Lantik Pejabat Yang Sudah Meninggal Dunia, Kok Bisa?

Advertisements

“Memang benar peristiwa pelantikan itu. Pejabat yang dimaksud bernama (Alm) Heru Anantoseno. Dia dilantik bersama ratusan pejabat lainnya. Almarhum dilantik sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pelelangan Ikan pada Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Arief Budiono, Rabu (10/6/2020) lalu.

TULUNGAGUNG, HALAMANSEMBILAN.COM – Maryoto Birowo, Bupati Tulungagung di Provinsi Jawa Timur, melantik salah satu pejabat eselon III, yang sudah lama meninggal dunia. Apa sebab?

Pelantikan itu terjadi Senin (8/6/2020) lalu. Pelantikan dan pengukuhan ini terdiri dari eselon IIB sebanyak 25 orang, IIIA 47 orang, IIIB 99 orang, IVA 391 orang, IVB 78 orang dan 28 Kepala UPT Puskesmas. Total 641 pejabat yang dilantik dan dikukuhkan secara resmi.

Kasus heboh ini menjadi perbincangan di berbagai grup informasi di aplikasi perpesanan.

“Memang benar peristiwa pelantikan itu. Pejabat yang dimaksud bernama (Alm) Heru Anantoseno. Dia dilantik bersama ratusan pejabat lainnya. Almarhum dilantik sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pelelangan Ikan pada Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Arief Budiono, Rabu (10/6/2020) lalu.

Nama almarhum Heru Anantoseno tercantum dalam nomor urut 211 Lampiran III Keputusan Bupati Tulungagung Nomor : 821.2/102/203/2020 tanggal 5 Juni 2020 tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung Jabatan Pengawas.

“Pelantikan ratusan pejabat itu dilakukan secara daring (online). Mestinya Kantor Dinas Perikanan mengembalikan surat undangan pelantikan almarhuma disertai penjelasan. Sehingga SK-nya bisa direvisi. Mereka cuma diam saja. Itu yang membuat saya kesal,” jelas Arief Budiono, sebagaimana dilansir dari jatimtimes.com.

Almarhum, lanjutnya, memang sudah menduduki jabatan itu. Namun belum sempat dilantik. Sebab bupati masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Karena itu, di masa Pandemi Covid-19, dilakukan pelantikan secara online untuk mengukuhkan setelah status bupati resmi ditetapkan Mendagri RI. Cuma 40 pejabat saja yang diwakilkan hadir di ruang pelantikan. Sisanya mengikuti live streaming pelantikan itu dari kantornya masing-masing. (k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements