ASTAGA! Bidan Desa Cantik di Kefamenanu ‘Culik’ Suami Orang

Advertisements

“Suami saya mulai ‘main gila’ dengan ibu bidan desa dari Kefa itu, sejak tahun 2019. Padahal saya baru saja habis melahirkan seorang anak laki-laki. Kami menikah sah,” kisah Ny. MMT dibenarkan ibu kandungnya.

KEFAMENANU, HALAMANSEMBILAN.COM – EFD, seorang bidan desa yang cantik, yang bertugas di sebuah Puskesmas di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dituduh ‘menculik’ ALJ, suami sah dari Nyonya MMT.

Akibat ulah gatalnya, EFD telah dilaporkan Ny. MMT ke Polda NTT, yang dibuktikan dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor : STL/B/113/III/RES.1.24/2020/SPKT dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) No: B/142/III/2020/Direskrimun.

“Suami saya mulai ‘main gila’ dengan ibu bidan desa dari Kefa itu, sejak tahun 2019. Padahal saya baru saja habis melahirkan seorang anak laki-laki. Kami menikah sah,” kisah Ny. MMT dibenarkan ibu kandungnya.

Karena penasaran dengan sikap suaminya yang berubah drastis, diam-diam Ny. MMT membuntuti suaminya.

“Dan saya pergoki mereka telah hidup berdua di sebuah kos-kosan. Kemudian mereka pindah lagi ke sebuah perumahan di Lasiana,” jelas Ny. MMT.

Selanjutnya, Ny. MMT, berusaha menyelesaikan kasus rumah tangganya itu secara kekeluargaan. Ia mencoba memaafkan ALJ, suaminya. Namun upaya Ny. MMT tidak dihargai sama sekali oleh ALJ.

“Bahkan dia palsukan surat nikah kami. Dengan modus menipu Polsek Kupang Timur, dengan membuat laporan palsu kehilangan surat nikah. Padahal surat nikah itu ada saya pegang,” kisah Ny. MMT.

Buktinya, lanjut Ny. MMT, tiba-tiba polisi datang menyodorkan surat permohonan cerai dari ALJ.

“Padahal untuk cerai harus melalui sidang di Pengadilan Agama. Prosedur itu tidak pernah ada dan saya tidak pernah dipanggil dan dihadapkan ke Pengadilan Agama. Pertanyaan selanjutnya, wanita siapa yang mengaku dan bertindak seakan-akan dia adalah istri sah, yang siap cerai dengan ALJ, suami saya, dalam proses penceraian di Pengadilan Agama?. Jadi diduga mereka bersekongkol menipu polisi di Polsek Kupang Timur dan hakim di Pengadilan Agama,” jelas Ny. MMT.

Kasus ini kemudian diadukan ke Gubernur NTT. Selanjutnya Sekda NTT mengirim surat rekomendasi kepada Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.

“Saya dengar Bupati TTU sudah mutasikan EFD ke Puskesmas lain. Entah benar atau tidak, saya belum cek. Sambil menunggu putusan hukuman dari Bupati TTU yang resmi,” jelas Ny. MMT.

Kasus ini pun, lanjut Ny. MMT, telah dilaporkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT di Kupang. Dan ia sudah beberapa kali memberikan keterangan dan telah didampingi beberapa pengacara untuk mengecek perkembangan kasusnya yang telah dilaporkan ke Polda NTT. (jude)

Editor: Jude Lorenzo Taolin

Advertisements

Advertisements

Advertisements