Arab Saudi Desak Indonesia Jemput Jemaah Overstay, Habib Rizieq Juga Ingin Dijemput?

Advertisements

“Mereka yang akan pulang ke Indonesia perlu mendaftar secara online ke pihak Saudi. Saya tidak tahu Habib Rizieq mendaftar atau tidak,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan, Kamis (26/3/2020) lalu.

RIYADH, HALAMANSEMBILAN.COM – Kerajaan Arab Saudi mendesak Pemerintah Indonesia segera menjemput puluhan jemaah umroh yang overstay (izin tinggal habi) di Riyadh dan beberapa kota di Arab Saudi. Terbetik kabar, Habib Rizieq juga ingin dijemput dan segera pulang ke Indonesia.

“Mereka yang akan pulang ke Indonesia perlu mendaftar secara online ke pihak Saudi. Saya tidak tahu Habib Rizieq mendaftar atau tidak,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada wartawan, Kamis (26/3/2020) lalu.

Mereka, lanjut Faizasyah harus mendaftar secara daring (online). “Ada 42 WNI jemaah umroh overstay di Saudi,” kata Faizasyah.

Permintaan Saudi tercantum dalam surat Kedutaan Saudi bertanggal 24 Maret 2020. Surat ini diawali judul ‘Sangat Segera’.

“Kedubes dengan hormat memohon Kemlu RI untuk dapat memfasilitasi kepulangan jemaah umroh Indonesia tahun 1441 H, serta menyampaikan bahwa mereka telah dibebaskan dari segala implikasi hukum, denda yang ditentukan, dan dari perekaman sidik jari, serta dimohon untuk menyediakan moda transportasi mereka kembali ke Indonesia,” demikian bunyi surat Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta. Surat tersebut bertanggal 24 Maret 2020.

Dia tidak tahu apakah permintaan Saudi ke RI untuk menjemput WNI ini dilatarbelakangi kondisi pandemi virus Corona atau tidak. “Kita maknai apa yang tersurat saja, sebagai pemberian kemudahan untuk WNI yang habis visa umrohnya,” kata Faizasyah sebagai mana dilansir dari detik.com.

Disinggung lagi soal Habib Rizieq yang hendak pulang, Faizasyah mengatakan sejak tahun 2018 pihak Rizieq selalu melempar opini di media bahwa ia ingin pulang karena izin tinggal habis (overstay).

“Namun dalam suratnya, Kedubes Arab Saudi mengatakan yang harus dijemput adalah jemaah umroh Indonesia tahun 1441 H. Artinya jemaah yang mengikuti ibadah umroh tahun 2019 lalu. Sedangkan Habieb Rizieq overstay sejak tahun 2018 lalu. Jadi tidak masuk dalam rencana penjemputan. Kecuali ada kebijakan lain dari Arab Saudi mengingat status Habib sedang dalam pengawasan lembaga superbody Arab Saudi,” tandas Faizasyah. (k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements