Alasan Jaksa Sita Ponsel Bupati: Ada Permintaan Lenyapkan Barang Bukti

Advertisements

Babak Baru Kasus Jual-Beli Sebuah Pulau di Labuan Bajo

“Ada percakapan berupa permintaan untuk melenyapkan sejumlah barang bukti yang terkait dengan dugaan tindak pidana penjualan lahan milik Pemkab Manggarai Barat seluas 30 hektar yang merugikan negara sebesar Rp 3 Triliun,” demikian yang dijelaskan Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H, kepada wartawan di Kupang, Rabu (14/10/2020) pagi.

Tim Jaksa sedang menggeledah sejumlah ruang kerja di Kantor Bupati Manggarai Barat

LABUAN BAJO, HALAMANSEMBILAN.COM – Usai menggeledah Kantor Bupati Manggarai Barat Senin (12/10/2020), tim jaksa pidana khusus (Pidsus) Kejati NTT dan Kejari Manggarai Barat menyita ponsel Bupati Manggarai Barat dan ponsel milik asistennya.

Turut disita 182 lembar dokumen dari sejumlah ruang kerja para pejabat, yang terkait jual-beli lahan seluas 30 hektar di sebuah pulau di Kawasan Labuan Bajo.

Apa alasan ponsel Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch Dula, M.Si dan ponsel milik Kabag Tatapem, Ambrosius Janggur, disita tim jaksa?

“Ada percakapan berupa permintaan untuk melenyapkan sejumlah barang bukti yang terkait dengan dugaan tindak pidana penjualan lahan milik Pemkab Manggarai Barat seluas 30 hektar yang merugikan negara sebesar Rp 3 Triliun,” demikian yang dijelaskan Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H, kepada wartawan di Kupang, Rabu (14/10/2020) pagi.

Namun Abdul Hakim tidak merinci secara detil percakapan berupa permintaan itu datang dari siapa dan ditujukan kepada siapa. Serta barang bukti seperti apa yang diminta untuk dilenyapkan?

“Nanti saja. Belum boleh dibuka karena masih dalam tahap penyelidikan,” kilah Abdul Hakim.

Ia juga menjelaskan Selasa (13/10/2020) siang, tim jaksa juga sudah menggeledah Kantor Camat Komodo dan Kantor Lurah Komodo. Total ada 28 lembar dokumen yang disita dari sana, yang terkait kasus jual-beli lahan seluas 30 hektar di sebuah pulau di Kawasan Labuan Bajo. (k-1)

Advertisements

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements