Akibat Badai Seroja, 65 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Hilang di Flotim-NTT

Advertisements

“Ada ratusan orang masih dicari dalam timbunan tanah longsor dengan cara manual. Belum ada alat berat yang dikirim untuk membantu pencarian korban bencana tanah longsor,” tambah Wabup Flotim.

Akibat bencana Badai Seroja di Flotim, NTT, ratusan warga hilang diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Foto Istimewa

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Sebanyak 65 orang tewas dan ratusan lainnya dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang beberapa desa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana alam ini terjadi akibat hujan lebat dan angin kencang tanpa henti selama beberapa hari terakhir yang ditimbulkan oleh Badai Seroja di lautan Sawu, NTT.

“Sampai Senin (5/4/2021) pagi, data yang masuk menyebutkan 65 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang masuk pemukiman warga di beberapa desa,” jelas Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli, SH, MH, via ponselnya, Senin (5/4/2021) petang.

BACA JUGA:

Beberapa jasad korban yang berhasil ditemukan di bawah runtuhan rumah dan timbunan material tanah longsor akibat badai Seroja di Flotim. Foto Istimewa

Sisanya, lanjutnya, dinyatakan hilang akibat terbawa banjir dan tertimbun tanah longsor.

“Ada ratusan orang masih dicari dalam timbunan tanah longsor dengan cara manual. Belum ada alat berat yang dikirim untuk membantu pencarian korban bencana tanah longsor,” tambah Wabup Flotim.

Advertisements

Advertisements

Advertisements