Ahli Linguistik: Bukti Chat Ira-Randy Indikasi Telah Terjadi Peristiwa Luar Biasa, Apa Itu?

Advertisements

Ilustrasi chatting
Ilustrasi chatting

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Ahli Linguistik, Christina Terentje Weking, S.S, mengungkapkan tangkapan layar percakapan antara Randy Badjideh dengan istrinya di aplikasi WhatsApp tertanggal 7 Oktober 2021, mengindikasikan ‘telah terjadi peristiwa luar biasa.’

Chat antara Randy dan istrinya Ira Ua itu, terjadi sebelum penemuan jenazah korban Astrid Manafe dan Lael Maccabee.

Christina menguraikan bukti chat tersebut, yang berbunyi sebagai berikut.

– Randy: “Beta cinta beta sayang makanya b buat sampe bgn mah itu son cukup buat mama percaya beta ko?,”

– (Balasan Ira atas pesan Randy yakni hanya mengirim foto merah (maaf) di bagian dada dengan caption alergi ditambah sebuah emoticon 🥺.)

– Randy: “Beta bunuh orang lo mah. Bukan beta tipu orang ato pukul orang mah beta bunuh orang ini mah. Son bisa ko itu bukti klo b cinta b sayang b mw hidup dg ktg ko?

– (Ira tidak membalas chat ini).

Dari bukti chat tersebut, papar ahli Linguistik dari Kantor Bahasa Provinsi NTT ini, bahwa terdakwa Randy telah melakukan suatu perbuatan. Atau telah terjadi sebuah peristiwa luar biasa.

“Dan perbuatan itu dilakukan Randy sebagai bukti untuk meyakinkan Ira istrinya, bahwa Randy sangat mencintai istrinya,” urai ahli.

Sayangnya, ahli bahasa ini tidak mendeskripsikan lebih rinci apa yang dimaksud dengan frase ‘telah terjadi peristiwa luar biasa’ atau ‘telah terjadi suatu perbuatan’.

Christina menegaskan ia tidak sampai kepada suatu kesimpulan paripurna karena bukti chat berupa percakapan sebelum dan kelanjutan chat suami istri tersebut tidak ditampilkan utuh dan lengkap dalam layar tangkap aplikasi WhatsApp.

Selanjutnya JPU dan majelis hakim meminta ahli untuk memberikan penilaian atas ungkapan pernyataan Ira Ua, yang berbunyi begini: “Sonde bisa sayang, kecuali itu anak (Lael, Red) dan Ate sonde ada baru beta bisa tenang”.

Kalimat yang dilontarkan Ira ini, kata JPU, disampaikan berulang-ulang dan kepada lebih dari satu orang.

Menurut penilaian ahli, maknanya bisa dua. Pertama, bermakna: pergi jauh atau hilang.

Advertisements

Yang kedua, maknanya bisa berupa ungkapan perasaan dari Ira bahwa ia tidak hidup tenang. Atau hanya bisa hidup tenang kalau sesuatu yang mengganjal itu tidak ada.

“Kata-kata tersebut, jika diungkapkan terus-menerus, bisa memicu dilakukan suatu tindakan,” pungkas Christina. (k-1)

Editor: Ade

Advertisements