Agnes Monica: Saya Bukan Berdarah Indonesia! Warganet Jadi Kaget

Advertisements

“Saya bukan berdarah Indonesia. Dalam tubuh saya cuma ada darah Cina, Jepang dan Jerman,” tukas Agnez Mo ketika diwawancarai dalam Acara TV di New York, Build Series, pekan lalu.

Agnes Monika alias Agnez Mo

JAKARTA, HALAMANSEMBILAN.COM – Artis Indonesia yang kini berkiprah di panggung musik Amerika Serikat, Agnes Monika atau Agnez Mo, mengaku kepada wartawan bahwa ia bukan berdarah Indonesia. Dalam darahnya cuma mengalir darah turunan Cina, Jepang dan Jerman. Warganet di Indonesia jadi kaget dan membully-nya habis-habisan.

“Saya bukan berdarah Indonesia. Dalam tubuh saya cuma ada darah Cina, Jepang dan Jerman,” tukas Agnez Mo ketika diwawancarai dalam Acara TV di New York, Build Series, pekan lalu.

Kontan Agnez dibully habis-habisan. Meski begitu, penggemarnya tetap membelanya dan mengatakan tidak ada yang salah dalam pernyataan itu. Alasannya, memang fakta yang tidak terbantahkan bahwa keturunannya memang berasal dari Cina, Jepang dan Jerman. Hanya kebetulah lahir, dibesarkan dan berkarier musik di Indonesia, sebelum merambah ke dunia internasional.

Meski dibela oleh penggemarnya, para hatters tetap saja mencaci-makinya. Mereka membandingkan Agnez Mo dengan Susi Susanti, mantan atlit bulutangkis Indonesia. Susi Susanti disebut sangat mengagung-agungkan negara Indonesia sebagai tempat kelahirannya, kendati keturunan Cina dan masuk minoritas di Indonesia.

Menanggapi hujatan warganet di Indonesia, Agnez Mo menegaskan ia sudah berusaha jujur dengan fakta yang sesungguhnya.

Melalui unggahan di media sosial, Agnez Mo mengungkapkan bahwa dirinya bermaksud menunjukkan keberagaman yang ada dalam hidupnya.

“Saya tumbuh dalam budaya yang beragam. Inklusi budaya adalah yang saya pilih. Bhineka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya menyukai ketika saya bisa berbagi sesuatu tentang asal dan negara saya,” kata Agnez.

“Saya akan selalu jujur dan berujar kepada dunia bagaimana seorang minoritas seperti saya diberikan kesempatan untuk memiliki dan mengejar mimpi kami,” pungkasnya. (ade/k-0)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements