Ada Oknum Pejabat Jual-Beli Sebuah Pulau di Labuan Bajo, Negara Rugi Rp 3 Triliun

Advertisements

#Bupati Manggarai Barat Diperiksa Penyidik Kejati NTT

“Sebuah tim penyidik Kejati NTT telah turun periksa ke lapangan. Tim ini langsung dipimpin Kepala Kejati NTT, Dr. Yulianto, S.H, M.H. Tim sudah pulang ke Kupang akhir bulan September 2020,” jelas Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020) pagi.

Ilustrasi sebuah pulau di tepi pantai

KUPANG, HALAMANSEMBILAN.COM – Secara diam-diam, seorang oknum pejabat di Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperjual-belikan sebuah pulau di Kawasan Labuan Bajo. Luas lahan di pulau ini 30 hektar.

Lahan di pulau yang masih dirahasiakan namanya itu, telah dikapling dan dibagi-bagikan kepada para pejabat di Manggarai, Kupang, Denpasar termasuk pejabat tinggi di Jakarta. Juga kepada beberapa pengusaha kaya asal Denpasar dan Jakarta.

Akibat jual-beli lahan di pulau tersebut, negara diperkirakan rugi sebesar Rp 3 Triliun.

“Sebuah tim penyidik Kejati NTT telah turun periksa ke lapangan. Tim ini langsung dipimpin Kepala Kejati NTT, Dr. Yulianto, S.H, M.H. Tim sudah pulang ke Kupang akhir bulan September 2020,” jelas Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10/2020) pagi.

Tim sudah mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) dari beberapa pejabat dan pihak terkait, yang mengetahui dugaan tindak pidana penjualan lahan seluas 30 hektar di pulau tersebut.

“Tim penyidik juga sudah memeriksa Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus CH Dula di Labuan Bajo,” tambah Abdul Hakim.

Tim penyidik akan segera menggelar ekspo secepatnya guna mendapatkan masukan apakah layak dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Setelah itu tentu diikuti penetapan calon tersangka.

Bupati Manggarai Barat, lanjut Abdul Hakim, telah memberikan klarifikasi kepada tim penyidik Kejati NTT yang memeriksanya terkait kasus jual-beli pulau tersebut.

“Tanah itu milik Pemkab Manggarai Barat (Mabar) yang diserahkan sebuah suku pada tahun 1997 lalu. Bupati tidak pernah membagi-bagikan atau menyerahkan tanah Pemkab Mabar itu kepada pihak lain. Tapi terakhir diketahui kalau lahan di pulau itu sudah diperjual-belikan oleh oknum warga. Tanah itu sudah dibagi-bagikan kepada para pejabat besar dan pengusaha kaya,” jelas Abdul Hakim mengutip keterangan Bupati Manggarai Barat kepada tim penyidik Kejati NTT.

Bupati Manggarai Barat, Drs Agustinus Ch Dula, yang dihubungi terpisah di sela-sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Labuan Bajo kemarin, membenarkan ia telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Kejati NTT di Labuan Bajo, pekan lalu. Namun ia menolak menjelaskan lebih rinci kasus tersebut.

Setelah tim penyelidik Kejati NTT turun ke lokasi, kata Abdul Hakim, beberapa pejabat dan pengusaha sudah mulai mengembalikan lahan yang dikuasainya dengan menyerahkan bukti sertifikat hak milik yang sudah dipegangnya. (k-1)

Editor: Julianus Akoit

Advertisements

Advertisements

Advertisements